Home / News NTT / Begini Acara ‘Open House’ di Rujab Wagub NTT

Begini Acara ‘Open House’ di Rujab Wagub NTT

Wagub Benny Litelnoni dan istri berkesempatan menyani. (Foto: Semar Dju)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM – Mengakhiri tahun 2015 dan menyambut tahun baru 2016, di rumah jabatan (Rujab) Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Benny Litelnoni, bertempat di Jl. Cempaka, Kelurahan Fontein, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Provinsi NTT, Jum’at (1/1/2016) pukul.10. 00  – 16.00 Wita, dilakukan acara open house. Acara ini berlangsung sederhana dan suasananya juga penuh persaudaraan, laksana kakak-adik sedang berkumpul.

Sosok lelaki orang nomor dua di NTT ini melayani ratusan warga Kota Kupang dan sejumlah pejabat satu atap lingkup prov NTT. Sontak saja Litelnoni mendapat apresiasi yang sangat luar biasa dari masyarakat Kota Kupang yang memadati rumah jabatnnya itu.

Berdasarkan pantauan moral-politik.com, beberapa penulis di NTT seperti Charles Bising dan Marthen, tidak hanya mahir menulis, tapi juga piawai mendendangkan sejumlah lagu hits manca negara dan tanah air di Flobamorata (Flores, Sumba, Alor, Timor, dan Lembata) ini.

“Kami senang bisa merayakan kebersamaan Tahun Baru bersama Wakil Gubernur NTT, bapak Beny Litelnoni..
Kesederhanaan dan keramahannya menyambut kami, adalah hal yang unik. Dan itu baru kami alami dan rasakan,” jujur beberapa warga Kota Kupang.

Bahkan, tambah mereka, ada tegur sapa dan keakraban yang ditunjukkan sejumlah pelayan yang dibimbing Ibu Fransisca Litelnoni, justru membuka sekat formalitas dan kekakuan rasa.
“Jujur saja acara Open House yang dilakukan di rumah jabatan Wakil Gubernur NTT, serasa dilakukan oleh masing masing kami di rumah sendiri,” tambah mereka.

Seperti disaksikan, benar-benar suasana keakraban dan persaudaraan saat open house di Rujab Wagub NTT tersebut. Apalagi disela-sela acara open hause berlangsung, ada dansa, ada ja’i, ada tebe, ada karaoke dan ada juga bakso siap saji. **

Baca Juga :  "Doi" Rp 8 Miliar pembebasan lahan untuk Bendungan Kolhua masih ada?
Penulis: Semar Dju

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button