Home / News NTT / Berkas Soleman Kabu-Adolfina Bana Dilimpahkan Ke PN Kupang

Berkas Soleman Kabu-Adolfina Bana Dilimpahkan Ke PN Kupang

Jaksa menyerahkan berkas. (Foto: Semar Dju)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Selatan (TTS) melimpahkan berkas dua orang tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang negara, korupsi dana Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten TTS tahun 2013, Soleman Kabu selaku Sekretaris KPU TTS dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Adolfina Bana selaku bendahara pengeluaran pada KPU Kabupaten TTS.

Dengan pelimpahan berkas sekaligus kedua terdakwa ke Pengadilan Tipikor Kupang dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Soe, Raden Arry Verdiana, didampingi Khusnul Fuad, Gerry Gultom dan Tezar Rachadian Eryansa. Mereka diterima Panitera Muda (Panmud) Tipikor Kupang, Daniel W. Sikky, pada Rabu (20/1/2016) pukul 14.00 Wita.

Panmud Tipikor Kupang, Daniel W. Sikky kepada moral-politik.com mengatakan, perbuatan kedua terdakwa melakukan tindak pidana korupsi diawali dengan diajukannya rencana kebutuhan anggaran untuk Pilbup TTS tahun 2013 ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTS sebesar Rp 28.850. 861.100. Selanjutnya, dilakukan revisi sehingga RKB menjadi sebesar Rp 18.417.842.000. Kemudian oleh Pemkab TTS hanya disetujui anggaran sebesar Rp 17. 500.000.000.

Dijelaskannya, dari total dana Rp 17. 500.000.000 yang dilakukan pencairan sebanyak dua tahap yakni tahap pertama tanggal 25 Juni 2013 sebesar Rp 7.098.775.400 dan pencairan tahap kedua tanggal 9 September 2013 sebesar Rp 10.401.224.600.

Sedangkan seluruh dana hibah yang diberikan Pemkab TTS itu lalu di transfer ke rekening Bank NTT cabang SoE dan pencairannya dikuasai oleh terdakwa Adolfina Bana. “Dari dana sebesar Rp 17. 500.000.000 itu, lalu dialokasikan ke- 32 PPK sebesar Rp 11.476.355.250 untuk kepentingan honorarium PPK, sekretariat PPK, PPS, KPPS dan petugas pemutakhiran data, termasuk untuk pembelian barang dan jasa,” ujar Dance, sapaan akrab Daniel W. Sikky.

Baca Juga :  Kadis Lulupoi dan Noiboho diperiksa Kejari Kota Kupang

Menurut dia, untuk pembayaran keseluruh PPK dilakukan oleh terdakwa Adolfina Bana secara tunai dengan dibubuhi tandatangan dan diketahui terdakwa Soleman Kabu.

Hingga tahapan Pilbup TTS selesai, ternyata masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp 16 juta. Namun, anggaran sebesar Rp 16 juta itu, kemudian disepakati oleh Soleman Kabu, Petronela Messakh, Agustinus Kabu dan Adolfina Bana lalu dibuat seolah-olah dana tersebut sudah dibayar untuk kegiatan adminsitrasi pembentukan 32 PPK. Kwitansi pembayaran dana sebesar Rp 16 juta, kata Daniel, lalu diberikan ke Agustinus Kabu. Pada kenyataannya, Agustinus Kabu tidak menerima dana tersebut.

Dari perbuatan menyimpang lainnya yang juga dilakukan seperti kegiatan tatap muka tingkat kecamatan di-32 kecamatan untuk masing-masing PPK, dimana biayanya sebesar Rp 9.3 juta. Namun dilakukan pemotongan lagi untuk masing-masing PPK sebesar Rp 3.3 juta. Sisa dana sebesar Rp 5.523.644.750 dipakai untuk kepentingan di KPU Kabupaten TTS.

“Terdakwa Soleman Kabu, juga menyetujui pembayaran melebihi untuk tiga PPK seperti PPK Batu Putih, PPK Amanuban Timur dan PPK Polen. Seharusnya, dibayarkan tiga kali, tapi nyatanya dilakukan pembayaran sebanyak empat kali.

Terkait pembuatan formulir C1 hingga C11, KWK KPU, model D D1 KWK- KPU hingga D6 KWK KPU serta formulir lainnya dengan pemenang proyek CV Sejahtera Mandiri Teknik Indonesia sebesar Rp 127.525.300, pada kenyataannya tidak pernah dibuat oleh CV Sejahtera Mandiri Teknik Indonesia melainkan digandakan dengan cara foto copy.

Penggandaan yang sama juga berlaku untuk Juknis dan peraturan perundang- undangan dengan pagu anggaran sebesar Rp 199.275.000 oleh CV Rafi Indah tidak dilakukan oleh CV Rafi Indah namun dilakukan sendiri oleh pejabat pengadaan barang dan jasa KPU Kabupaten TTS, Marsel Taneo sehingga mengakibatkan kelebihan pembayaran sebesar Rp 159.883.491. Tak cukup disitu saja, kesalahan lainnya seperti pengadaan makan minum. Seharusnya dibayarkan langsung pada penyedia barang dan jasa namun yang terjadi, atas kesepakatan Soleman Kabu, Petronela Messakh dan Adolfina Bana maka dibuat seolah-olah sudah dibayarkan ke Catering Januard. Faktanya, Catering Januard hanya nama saja namun dibuat seolah-olah dibayarkan sebesar Rp 510.680.530.

Baca Juga :  Bupati SBD kirim 2 Kuda Sandalwood untuk Jokowi

Akibat perbuatan kedua terdakwa yakni Soleman Kabu dan Adolfina Bana, negara dirugikan sebesar Rp 1. 864.948.821. Perbuatan kedua terdakwa juga diatur dan diancam pidana sesuai pasal 2 dan 3 jo pasal 18 Undang- undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang- undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pindana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP.

Ditegaskan Dance, setelah diterimanya berkas kedua tersangka maka selanjutnya akan diserahkan ke Ketua Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Kupang untuk menunjuk majelis hakim yang akan menyidangkan perkara tersebut.
Selanjutnya, majelis hakim yang sudah ditunjuk akan menentukan jadwal persidangan bagi kedua tersangka. Dirinya memastikan, sidang perdana bagi tersangka Soleman Kabu dan Adolfina Bana akan segera dilakukan pada pekan depan.**

Penulis: Semar Dju

Pencarian Terkait:

  • www info terbaru sidang kasus makan minum tts

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button