Home / News NTT / Dinas PU Sepakati CV. Putri Loisa Terus Membangun Tanggul Kuanfaut

Dinas PU Sepakati CV. Putri Loisa Terus Membangun Tanggul Kuanfaut

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Kupang, Benny Sain. (mediakonstruksintt.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Kendati batas pelaksanaan pembangunan Tanggul Kuanfaut, di Kelurahan Oepura, Kota Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menyisahkan sekitar 22 hari dari masa adendum kedua yang diberikan, Dinas PU Kota Kupang dan kontraktor pelaksana CV. Loisa Putri sepakat untuk menyelesaikan pekerjaan tanggul itu.

“Secara aturan memang sudah salah, karena alasan mandeknya pekerjaan tanggul disebabkan faktor non teknis, namun karena dinas mempertimbangkan akses manfaat bagi masyarakat maka pembangunan harus dilanjutkan,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kupang, Benny Sain, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi III, Dinas PU dan Kontraktor Pelaksana, di ruang Rapat Komisi III, Rabu (27/1/2016).

Rapat itu dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III Kamilus G Tokan, dihadiri seluruh Anggota Komisi. Hadir juga Ketua DPRD Kota Kupang Yeskial Loudoe, Kabid Pengairan Jeanne Hadjon, Kontraktor Gusti Lisnahan, bersama sejumlah Staf Dinas PU Kota Kupang.

Menurut Benny Sain, adendum yang sudah diberikan kepada pihak kontrak sudah sebanyak dua kali karena masalah non teknis, yaitu kontraktor mengalami kedukaan sehingga pekerjaan tidak bisa dilanjutkan. Selain itu faktor kelangkaan semen, dan masalah finansial yang menjadi penyebab utama mandeknya pekerjaan. Akibat dari faktor non teknis tadi, pekerjaan yang sudah dijadwalkan selama 120 hari mengalami keterlambatan, bahkan ketika diberikan adendum pertama, dan saat memasuki adendum kedua, pekerjaan itu belum selesai dan realisasi fisiknya baru mencapai 61 persen.

Oleh karena itu, kata dia, disisa waktu yang tersisa ini, kami sudah berkoordinasi dengan kontraktor, dan mereka bersedia mengerjakan sisa pekerjaan sampai batas waktu yang diberikan pada 19 Februari 2016 mendatang.

Adendum pertama telah diberikan dalam tahun anggaran, dan jika Adendum terakhir pekerjaan tidak selesai maka akan diambil tindakan secara tegas sesuai aturan yang berlaku dan di pihak kontraktor akan di black list. Dari awal kami sudah siap mengambil langkah tegas tapi kalau proyek ditinggalkan dampaknya sangat tidak baik. Kami akan memaksa pihak ketiga harus menyelesaikan karena pertimbangan aspek manfaat. Kami berjanji akan melakukan pengecekan kembali dan dilaporkan secara baik kepada DPRD, termasuk kualitas pekerjaan,” terang Beny.

Baca Juga :  Kota Kupang: Akibat Baku Lempar Antar Sekolah, Jalan Siliwangi Macet Parah

Sementara itu, perwakilan dari CV. Putri Loisa Gusti Lisnahan menuturkan bahwa disisa waktu yang masih 21 hari kedepan, pihaknya berjanji akan menuntaskan pekerjaan.

Menanggapi pernyataan dari Kadis PU dan Kontraktor, Anggota Komisi III Jhon G.F. Seran meminta kepada dinas agar melakukan pengawasan penuh terhadap pekerjaan pembangunan tanggul sebab dana yang dipakai adalah uang rakyat.

“Uang ini milik rakyat jadi kalau keluar uang harus ada asas manfaat. Saya minta kontraktor bekerja dengan hati yang tulus. Sedih sekali mendengar penjelasan warga sekitar yang tiap hari mengaku tidak bisa todur karena takut longsor, saya minta pekerjaan secepatnya diselesaikan,” ujar dia. **

Penulis: Nyongki

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button