Home / Populer / Dion B. Putra: Media Harus Mampu Merawat Kemajemukan

Dion B. Putra: Media Harus Mampu Merawat Kemajemukan

Foto: kupang.tribunnews.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM – Media massa merupakan sarana strategis dalam memberikan informasi kepada masyarakat tentang segala isu kehidupan bermasyarakat. Termasuk di dalamnya nilai keberagamaan mulai dari agama dan budaya. Oleh karena itu dalam setiap pemberitaan media harus mengedepankan asas Bhineka Tunggal Ika demi menjaga keberagaman di negara Indonesia.

Demikian dikatakan Pemred Harian Umum Pos Kupang, Dion B. Putra dalam diskusi media dengan thema merawat keberagaman dan toleransi, yang diselenggarakan di Redaksi Harian Umum Pos Kupang. Kegiatan itu diselenggarakan oleh Peacefull Journalist Community Kupang (PJCK), Aliansi Jurnalis Independen (AJI)

Dikatakan, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan budaya dan agama sehingga media harus mampu merawat kemajemukan yang sudah terjalin lama. “Media harus bisa menyatukan bangsa dari segala perbedaan. Jika media menolak perbedaan sama saja melawan kehendak sang pencipta.. Jika media melihat perbedaan menjadi masalah maka media tersebut harus mengoreksi diri apakah media tersebut pantas melakukan siaran publik atau tidak,” katanya.

Selain itu kata Dion, kebijakan redaksional juga tidak boleh menghasut. Kebijakan yang mengarah pada hasutan harus dihindari dengan berani menyatakan no dari segala macam hujatan dan katakan yes pada keberagaman, dan harus mengacu pada semboyan negara ini yaitu Bhineka Tunggal Ika. Media harus menunjukkan bahwa berbeda itu indah dan wajib hukumnya menyatukan bangsa ini dari segala perbedaan.

Namun kata dia, saat ini ada satu kendala yang menjadi tantangan besar, yaitu menjamurnya media online. Media online susah di kontrol dan pemberitaannya banyak yang mengarah pada perpecahan yang digarap oleh network jahat untuk memecah belah bangsa Indonesia. Hal ini tentu menjadi tanggung jawab semua pihak agar pemberitaan-pemberitaan yang mengahasut yang dilakukan oleh network jahat bisa diminimalisir.

Baca Juga :  Terdakwa Edi Santoso Parwono Dituntut 6,6 Tahun Penjara

Dia mengaku, untuk keberagaman di Kota Kupang berdasarkan pengamatan Pos Kupang, toleransi di Kota Kupang sangat baik. Belajar dari pengalaman kerusuhan tahun 1998. Media berperan dalam mengekang terjadi kerusuhan berkelanjutan

“Memang selama ini ada gesekan-gesekan, tapi masih dalam batas wajar, beda dengan tempat lain yang toleransinya sangat parah bahkan didukung elite politik mereka. Kota kupang harus menjadi pembeda, karena masyarakatnya sudah mengerti, dan media juga harus menopangnya keberagaman tetap terjaga dengan baik,” pungkas dia. **

Penulis: Nyongki

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button