Home / News NTT / Duh, Dinkes Kota Kupang Catat 5 Pasien ‘Suspect’ DBD

Duh, Dinkes Kota Kupang Catat 5 Pasien ‘Suspect’ DBD

Ilustrasi. (sumber: tempo.co)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM – Petugas pencatat wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) Dinas Kesehatan Kota Kupang mencatat lima pasien ‘suspect’ (terduga) penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk anopeles di daerah itu.

“Kelima pasien itu saat ini sedang dirawat intensif di rumah sakit,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Kupang Sri Wahyuningsi kepada moral-politik.com, di ruang kerjanya, Jumat (8/1/2016) menjawab perkembangan wabah penyakit yang biasa mewabah di musim penghujan itu.

Dia menyebutkan, kelima pasien terduga penyakit DBD itu, masing-masing berusia di bawah lima tahun satu orang, usia 10-14 tahun satu orang, dan sisanya berusia dewasa yaitu berusia di atas 15 tahun berjumlah tiga orang.

Kendati masih berstatus suspect, namun Pemerintahh Kota Kupang melalui Dinas Kesehatan bekerja sama dengan masyarakat untuk terus melakukan segala upaya pencegahannya berupa pola hidup bersih dan sehat melalui 3M yaitu menguras, menutup dan mengubur harus dilakukan di setiap rumah dan wilayah tempat tinggal masing-masing.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang Ary Wijaya secara terpisah mengatakan dari aspek pencegahan, pemerintah sudah melakukan upaya abatesasi yang disebarkan di setiap puskesmas dan puskesmas pembantu di wilayah Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu.

Selain bantuan abate yang diberikan secara gratis, Pemerintah Kota Kupang juga memperkuat stok obat-obatan di setiap puskesmas dan puskesmas pembantu di wilayah itu. Alokasi anggaran yang kita miliki tahun anggaran berjalan ini berjumlah Rp. 3,7 miliar. “Secara akumulatif kekuatan anggaran obat-obatan di puskesmas dan pustu berjumlah Rp. 11 miliar,” katanya.

Peran serta masyarakat, lanjut mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang itu, harus terus dilakukan dengan pola 3M. Karena menurut dia dengan pola hujan dengan anomali yang seperti ini, sangat memberikan peluang bagi habitat nyamuk itu untuk hidup dan berkembang biak.

Baca Juga :  Pemkot Kupang Raup PAD Capai 94 Persen

Selain itu, siklus lima tahunan DBD harus menjadi perhatian karena secara metodik, siklus penyakit itu bisa berpengaruh kepada wabah penyakit yang ada. “Tahun 2014 lalu ada 11 kasus, meski tidak menimbulkan kematian, namun harus diwaaspadai,” katanya. **

Penulis: Nyongki

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button