Home / News NTT / Duh, PPK Proyek Perpipaan Dituntut 1,6 Tahun Penjara?

Duh, PPK Proyek Perpipaan Dituntut 1,6 Tahun Penjara?

Foto: Semar Dju

Bagikan Halaman ini

Share Button
MORAL-POLITIK.COM – Terdakwa Yulius Umbu Runga selaku PPK dalam proyek optimalisasi perpipaan, Kamelimabu, Kabupaten Sumba Tengah, tahun 2014, dituntut jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Waikabubak dengan pidana penjara selama 1,6 tahun pada sidang yang digelar, Selasa (5/1/2016) sekira pukul 15.30 Wita bertempat di Pengadilan Tipikor Kupang.
JPU Didit A. Nugroho dan Andrew P. Keya dalam amar tuntutannya yang dibacakan secara bergantian menyatakan terdakwa Yulius Umbu Runga terbukti secara sah dan meyakinkan merubah rencana anggaran biaya (RAB) sebanyak tiga rangkap yang dilakukan secara sendiri dan hal itu jelas mengganggu.
Terdakwa juga dinyatakan telah merugikan keuangan negara berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat ditemukan kerugian sebesar Rp 131 juta lebih namun telah dikembalikan terdakwa sebesar Rp 132 juta yang dititipkan ke JPU.
“Perbuatannya terdakwa terbukti menyalagunakan kewenangan dalam jabatan saat proyek optimalisasi perpipaan Kamelimabu, Kabupaten Sumba Tengah sebagaimana diatur dan diancam pasal 3 jo pasal 18 Undang-ndang Nomor 31/ 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20/ 2001 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 31/ 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP,” ungkap JPU.
Oleh karena itu, lanjut JPU Kejari Waikabubak, pihaknya menuntut terdakwa Yulius Umbu Runga dengan pidana penjara selama 1,6 tahun dikurangi masa tahanan yang sudah dijalani, dengan perintah terdakwa tetap ditahan di Rutan Kupang. Selain itu, terdakwa juga di denda sebesar Rp 50 juta jika tidak membayar maka dapat diganti dengan kurungan selama 3 bulan penjara.
Majelis hakim usai mendengarkan tuntutan bagi terdakwa Yulius Umbu Runga oleh JPU Kejari Waikabubak lalu mengagendakan sidang lanjutan pada Selasa pekan depan dengan agenda pembelaan terdakwa dan penasihat hukumnya.
Jalannya sidang petang kemarin dipimpin hakim ketua Abdul Siboro didampingi hakim anggota Ansyori Saifuddin dan Yelmi. Turut hadir JPU Kejari Waikabubak, Didit A. Nugroho dan Andrew P. Keya. Sementara terdakwa Yulius Umbu Runga hadir dipersidangan didampingi penasihat hukumnya, Novan Erwin Manafe.
Pantauan langsung moral-politik.com, terdakwa Yulius Umbu Runga meneteskan air mata usai mendengar tuntutan dari JPU. **
Penulis: Semar Dju

 

Baca Juga :  RDP Pemkot Kupang dengan DPRD soal pelayanan Dispendukcapil

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button