Home / News NTT / Gawat, 30 Sumber Air PDAM Kabupaten Kupang Turun Drastis!

Gawat, 30 Sumber Air PDAM Kabupaten Kupang Turun Drastis!

Detasemen Perbekalan dan Angkutan Korem 161/WS memberikan perhatian masyarakat khususnya desa Oelomin, kec. Nekamese kab. Kupang berupa pembagian air bersih pada dua lokasi yakni di RT. 04/RW 03 sereta RT. 06/RW 04. (tniad.mil.id)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM – Curah hujan yang tidak menentu saat ini membuat sejumlah sumber air yang dimanfaatkan PDAM Tirta Lontar, Kabupaten Kupang, mengalami penurunan debet air rata-rata sebanyak 30 persen. Bahkan ada sumber air yang tidak bisa dimanfaatkan lagi karena debet air hanya tinggal 10 persen.

“Sumber air yang debet airnya tinggal 10 persen, tidak bisa dimanfaatkan lagi karena ketika disedot menggunakan mesin, lumpur akan akan naik bersama air,” kata Direktur PDAM Tirta Lontar, Jhon Oetemusu kepada moral-politik.com di ruang kerjanya, Jumat (15/1/2016),

Dikatakan, akibat penurunan debet air, pihaknya terpaksa melakukan penjadwalan ulang distribusi air bagi pelanggan. “Kalau dulu ada pelanggan yang mendapat distribusi air selama 24 jam sehari maka dikurangi menjadi 8-12 jam sehari. Sedangkan pelanggan yang mendapat distribusi air selama 12 jam sehari, maka akan dikurangi penjadwalannya menjadi seminggu dua kali,” katanya.

Bahkan, kata dia, ada beberapa wilayah yang saat ini tidak mendapat pelayanan air bersih karena debet air hanya tersisa 10 persen seperti disebagian wilayah Kelurahan Kuanino dan Nefonaek. Khusus untuk wilayah yang tidak mendapatkan pelayanan karena keterbatasan debet air, pihak PDAM terpaksa mengggunakan pola suntik atau memanfaatkan mobil tangki air untuk melayani pelanggan

Menurutnya, distribusi air kepada pelanggan PDAM tidak semuanya sama. Durasi distribusi tergantung sumber air yang dimanfaatkan pelanggan, jika wilayah pelayanan distribusi memanfaatkan sumber air dengan debet air yang banyak maka jam distribusi lebih banyak jika dibandingkan wilayah pelayanan yang memanfaatkan sumber air dengan debet yang kecil.

“Secara keseluruhan ada 30 sumber air yang dimanfaatkan PDAM kabupaten untuk melayani pelanggan. Dari 30 sumber air yang dimafaatkan, hanya sumber air di Baumata, Oepura, Alak yang mempunyai deber air yang cukupp besar. Sedangkan sisanya merupakan sumber dengan debet air yang sangat kecil,” tambahnya.

Baca Juga :  Jerhans Ledoh: Hanya 6 Sekolah Siap Mengikuti Ujian Secara ‘Online’

Masih menurut Oetemusu, masalah penurunan debet air sudah menjadi masalah klasik di Kota Kupang jika menjelang akhir dan awal tahun. Namun tahun ini penurunan debet air jauh lebih banyak ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Ia mengharapakan agar dalam beberapa pekan kedepan curah hujan kembali normal agar permukaan air kembali naik sehingga pelayanan kepada pelanggan kembali normal. **

Penulis: Nyongki

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button