Home / Populer / Indonesia Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Arab Saudi

Indonesia Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Arab Saudi

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM – Media BBC Indonesia getol dan blow up demonstrasi yang dilakukan massa Pro Syiah-Iran di Indoensia Senin (4/1) kemarin dengan tuntutan mendesak pemerintah Republik Indonesia untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Arab Saudi menyusul hukuman mati atas tokoh Syiah Nimr al-Nimr.

Demo yang dilakukan segelintir orang ini bahkan dibuatkan berita dengan disertai 10 foto-foto demonstrasi. Wuihhh niat banget menjadikannya sebagai isu besar dunia.

Judulnya pun serem dan bisa langsung mendunia: Indonesia didesak putuskan hubungan diplomatik dengan Arab Saudi. http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/01/160104_indonesia_demo_arab_saudi

Massa pro Syiah-Iran ini berdemonstrasi di depan Kedubes Aran Saudi di Kuningan, Jakarta Selatan, dengan teriakan:

“Arab Saudi biadab… Arab Saudi biadab…”

“Ini adalah kejahatan kemanusiaan. Arab Saudi harus disanksi”

Mereka menamakan diri Human Rights Alliance (HRA) dan Aliansi Anti Perang (A2P).

Hahaha.. namanya lucu.

Memakai nama pakai embel-embel ‘Human Rights’ kok gak demo ke Kedubes Iran? Dalam laporan kelompok hak asasi manusia internasional (Amnesty International) Iran telah mengeksekusi mati lebih dari 1.000 orang pada tahun 2015.

Kok pake nama ‘Aliansi Anti Perang’ kenapa gak demo Kedubes Iran dan Kedubes Rusia? Dua negara ini membantu rezim Assad membunuhi rakyat Suriah.

Terus mereka menuntut RI memutuskan hubungan diplomatik dengan Arab Saudi? Maksudnya biar umat Islam Indonesia tidak bisa lagi haji dan umroh? Gitu? Terus diganti ziarah ke Karbala, Qum, Teheran, gitu?

Semoga rakyat Indonesia sadar akan bahayanya Syiah bagi persatuan dan kesatuan NKRI. Sebelum terlambat.

Tokoh Syiah Nimr Al-Nimr dihukum mati karena membahayakan negara Saudi. Nimr Al-Nimr akan membentuk negara Syiah di wilayah Qatif bagian timur Saudi. Nimr Al-Nimr juga tokoh penebar kebencian terhadap para sahabat Nabi.

Baca Juga :  "Jembatan Suramadu jadi Contoh Lebih Jembatan Pancasila Palmerah"

Sekali lagi, waspada dan jangan sampai terlambat. Di era pemerintahan sekarang mereka sudah sangat berani tampil dan berani menantang. **

 

Editor   : erny
Sumber: portalpiyungan.com

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button