Home / News NTT / Jonas Salean Keluarkan Perwali Batas Jam Pesta Hura-hura, Apa Maksudnya?

Jonas Salean Keluarkan Perwali Batas Jam Pesta Hura-hura, Apa Maksudnya?

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Wali Kota Kupang, Jonas Salean kembali mengeluarkan sebuah kebijakan yang boleh dibilang cukup kontroversial.

Pasalnya sementara rakyatnya menikmati nikmatnya hidup di alam kemerdekaan semenjak 17 Agustus 1945, dirinya kembali mengeluarkan kebijakan yang dituangkan dalam Peraturan Wali Kota Kupang tentang Pembatasan Jam Pesta di Kota Kupang.

“Pesta dengan bunyi-bunyian sound system yang besar hanya dibolehkan hingga jam 24.oo WITA,” ungkap Wali Kota Kupang, Jonas Salean kepada moral-politik.com dan sejumlah awak media lainnya, di kantornya, Jumat (29/1/2016) siang.

Jonas berujar, selama ini pemerintah tidak pernah membatasi jam pesta, namun seringkali pesta di Kota Kupang selalu diikuti dengan miras, dan bunyi musik yang cukup keras sehingga mengganggu warga yang berada tidak jauh dari tempat pesta. Selain itu, kata dia, pesta yang bekerpanjangan dengan miras sangat rentan terhadap pertikaian antarpemuda maupun antarkampung, sehingga pemerintah merasa sudah saatnya membuat peraturan untuk membatasi jam pesta yang sifatnya hura-hura itu.

“Sudah cukup banyak kekacauan yang disebabkan pesta yang panjang disertai miras. Contoh di Kelurahan Oesapa, perkelahian antarpemuda disebabkan karena pesta. Selain itu masih banyak kejadian di Kota ini yang disebabkan oleh pesta hura-hura sampai pagi,” sebutnya.

Bakal Calon Wali Kota Kupang Petahana yang hingga detik ini belum diketahui pasti akan menggunakan partai politik apa di perhelatan pemilihan Wali Kota 2017 mendatang itu mengaku, larangan lewat Perwali telah diberlakukan sehingga ketika ada pesta yang lewat dari jam 12 malam maka akan ditertibkan oleh pihak kepolisian dan pihak Pol PP.

“Pemerintah Kota Kupang juga akan menyiagakan Sat Pol PP untuk melakukan operasi tiap malam demi ketertiban Kota,” pungkas mantan Staf Ahli Gubernur NTT ini. **

Baca Juga :  Perbedaan prosesi pawai Paskah 2017 dengan sebelumnya
Penulis: Nyongki

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button