Home / News NTT / Kasihan Si Ibu, Lantaran Simpan Uang Palsu Dituntut 9 Bulan Penjara

Kasihan Si Ibu, Lantaran Simpan Uang Palsu Dituntut 9 Bulan Penjara

Ilustrasi : kampungunik.blogspot.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM – Sidang perkara dugaan tindak pidana memiliki dan menyimpan uang palsu dengan terdakwa Marince Adriana Faot, akhirnya sampai pada tahap tuntutan. Sidang tuntutan bagi ibu rumah tangga (IRT) yang punya lima orang anak itu digelar pada Rabu (20/1) kemarin sekira pukul 11.00 WITA bertempat di Pengadilan Negeri Klas 1A Kupang. Padahal terdakwa Marince Adriana Faot dituntut 9 bulan penjara karena terbukti menyimpan dan memiliki uang lama palsu.

Sedangkan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kupang, Lasmaria Siregar, dalam amar tuntutannya bagi terdakwa Marince Andriana Faot tegaskan bahwa setelah mendengarkan keterangan saksi, saksi ahli termasuk barang bukti berupa pecahan mata uang lama yang ternyata palsu, maka perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan meyimpan dan memiliki mata uang lama yang ternyata palsu.

“Menuntut agar majelis hakim PN Klas 1A Kupang yang menyidangkan dan mengadili perkara ini supaya menjatuhkan pidana penjara bagi terdakwa Marince Adriana Faot selama 9 bulan dikurangi masa tahanan selama ini,” tegas Lasmaria Siregar.

Masih menurut JPU, perbuatan terdakwa Marince Adriana Faot diatur dan diancam pasal 36 jo Pasal 26 Undang- Undang Nomor 7/2011 tentang mata uang.

Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim lalu memberikan waktu ke terdakwa untuk menyampaikan pembelaan secara lisan. Terdakwa Marince Adriana Faot di depan majelis hakim meminta agar dihukum ringan.

Pasalnya, sebagai ibu rumah tangga dirinya tidak tahu jika mata uang lama yang ia kumpul itu adalah palsu. “Saya minta supaya dihukum ringan. Saya juga masih punya lima orang anak. Dan anak- anak saya juga sudah putus sekolah karena malu atas kasus yang saya alami,” ungkap terdakwa sambil mengusap air matanya yang terus menetes.

Baca Juga :  Frans: Yang bilang saya tak dukung Paket Sahabat itu “Hoax”

Sidang tuntutan bagi terdakwa Marince Adriana Faot dipimpin hakim ketua Ida Ayu Adnya Dewi didampingi hakim anggota Herbert Harefa dan Andy Eddy Viyata.

Sementara terdakwa Marince Adriana Faot hadir dipersidangan tanpa didampingi penasihat hukum. Majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut lalu menundak jadwal persidangan hingga Rabu pekan depan dengan agenda mendengarkan putusan majelis hakim. **

Penulis: Semar Dju

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button