Home / News NTT / Kasus DBD di Kota Kupang, Ary Wijana Unjuk Sikap!

Kasus DBD di Kota Kupang, Ary Wijana Unjuk Sikap!

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM – Mulai mewabahnya demam berdarah di Kota Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memancing Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Ary Wijana unjuk sikap.

Kepada moral-politik.com, di ruang kerjanya, Jumat (20/1/2016) dirinya mengakui bahwa kasus DBD di Kota Kupang terus mengalami peningkatan sejak awal Desember lalu. Namun kata dia, peningkatan pasien penderita masih dalam batas dan bisa ditangani oleh Puskesmas dan rumah sakit terdekat.

“Kemarin kami ada mendapat laporan bahwa ada seorang bayi yang meninggal karena terserang DBD. Namun setelah dilakukan pengecekan, bayi tersebut bukan meninggal karena DBD,” kata Ary dengan ekspresi sedikit tersenyum.

Pada kesempatan itu, Ary juga menghimbau kepada masyarakat Kota Kupang agar dapat menerapkan pola hidup sehat agar tidak mudah terserang penyakit-penyakit pada musim penghujan seperti ini, yaitu DBD, Diare dan ISPA.

Sebelumnya media ini mewartakan bahwa jumlah kasus Demam Berdarah (DBD) di Kota Kupang hingga minggu ke empat bulan Januari tahun 2016 terus meningkat, dan terhitung sejak Kamis, 28 Januari kemarin, total jumlah kasus DBD di awal tahun 2016 ini sudah sebanyak 32 kasus.

“Diawal tahun 2015, jumlah penderita DBD hanya berjumlah lima orang. Namun sejak saat itu, jumlah penderita DBD terus meningkat,” kata Kepala Bidang Penanggulangan dan Pengamatan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsih kepada moral-politik.com di ruang kerjanya, Jumat (29/1/2016).

Menurutnya, kasus DBD di Kota Kupang terjadi secara menyebar di 51 Kelurahan di Kota Kupang, dengan Kelurahan Maulafa sebagai Kelurahan terbanyak penderita DBD positif, yakni sebanyak sepuluh orang.

Saat ini, lanjut Sri, Dinas Kesehatan mulai melakukan langkah antisipasi pencegahan mewabahnya penyakit DBD, dengan melakukan fogging pada Tiga Kelurahan fokus yang terdeteksi kasus positif DBD, yakni di Kelurahan Oeba, Manutapen, dan Oebufu.

Baca Juga :  Fraksi PDIP Kota Kupang tolak pembahasan ranperda...

Ia menghimbau, warga Kota Kupang harus bisa belajar hidup bersih dengan menerapkan 3M di lingkungan rumah, yakni Menguras tempat penampungan air, Menutup tempat penampungan air, dan Mengubur barang bekas. **

Penulis: Nyongki

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button