Home / News NTT / Kasus Narkoba, Oknum Anggota DPRD NTT Terancam Hukuman Mati!

Kasus Narkoba, Oknum Anggota DPRD NTT Terancam Hukuman Mati!

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Klas 1A Kupang mulai menggelar sidang kasus narkoba yang melibatkan oknum Anggota DPRD NTT Antoniocesal Tino Osorio Soares dari Partai Gerindra itu.

Sidang di gelar bertempat di ruangan utama lantai satu di Jln. Palapa, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pukul.12.00 WITA.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Sumantono didampingi dua hakim anggota, Herbert Harefa dan Jimi Tanjung. Jaksa adalah Lala Sirega dari Kejari Kupang, sedangkan Terdakwa Antonio hanya duduk terdiam di persidangan dengan ekspresi wajah seram.

Dalam persidangan itu dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap terdakwa kasus narkoba semakin menunjukkan intensitas tinggi menyusul keberhasilan Direktorat Narkoba Polda NTT mengungkap peredaran barang haram yang dilakukan oleh oknum warga Jln. Samratulangi IV. RT. 77 RW. 26, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, bernama Antoniocesal Tino Osorio Soares.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjerat terdakwa dengan pasal berlapis Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yakni pasal 114:1, subsider pasal 112, 113 dan lebih subsider pasal 127.

Menurut JPU, terdakwa yang juga salah satu Anggota DPRD NTT dari Partai Gerindran itu telah didaqwa memiliki, menguasai, dan mengedarkan barang haram tersebut sekitar 23 bulan, mulai Oktober 2015 yang lalu di kamar hotel T-More. Terdaqwa ditangkap tim buser Polda NTT dengan barang bukti satu paket sabu-sabu seberat 0,2446 Gram dan satu paket ke dua seberat 0,3146 Gram, sehingga jumlah seluruhnya 0,5592 Gram.

Diluar dugaan, terdakwa terancam dituntut hukuman lebih tinggi dengam pasal berlapis yaitu hukuman mati kepada keduanya lantaran terbukti melanggar Pasal 114 ayat 2 juncto pasal 113 ayat 1 Undang-undang Narkotika dan terancam di atas 10 Tahun penjara dengan pasal berlapis,” kata JPU.‎

Baca Juga :  Korupsi dana makan minum, Sekda TTS divonis 1 tahun penjara

Namun setelah mendengarkan dakwaan Jaksa, Majeli Hakim langsung hentikan persidangan, dan sidang akan dilanjutkan Senin (25/1/2016), dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi. **

Penulis: Semar Dju

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button