Home / News NTT / Laporan Dugaan Perzinahan Aba-M, Begini Hasil ‘Visum et Repertum’

Laporan Dugaan Perzinahan Aba-M, Begini Hasil ‘Visum et Repertum’

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Nusa Tenggara Timur Abraham Maulaka. (foto: flobamora.net)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Hasil Visum et Repertum (VeR) terhadap Mahyani, terlapor kasus dugaan perzinahan dengan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Nusa Tenggara Timur (NTT) Abraham Maulaka alias Aba, menunjukkan hasil negatif. Tidak ditemukan adanya luka lecet maupun sperma pada alat kelamin terlapor Mahyani, salah satu stafnya di Dinas DKP Provinsi NTT.

Informasi yang diterima moral-politik.com dari Kepala Kepolisian Sektor Polsek Alak, AKP Gigih Putranto melalui Kanit Reskrim Polsek Alak Iptu Marthen, Kamis (28/1/2016) pukul 12.00 WITA di ruang kerjanya mengatakan, hingga saat ini status kedua terlapor masih sebatas saksi. Dalam kasus ini penyidik telah memeriksa empat orang saksi.

“Status Pak Abraham dan Ibu Mahyani masih sebatas saksi. Jika sewaktu-waktu kami perlukan akan kami panggil. Berdasarkan pemeriksaan terhadap, Abraham, Mahyani dan Lia anak kandung Mahyani diketahui kedua terlapor tidak berada dalam kamar berdua seperti yang diberitakan media,” kata dia.

Menurutnya, Mahyani diketahui sedang berada dalam kamar Lia untuk mencari Lia, sedangkan Abraham berada di ruang tengah sedang melihat lihat-lihat rumah Mahyani. Kedaan pintu depan rumah pun dalam keadaan terbuka, tidak terkunci.

Sedangkan keterangan pelapor Yohanes Nani Carfallo, dikatakan Marthen, masih sebatas dugaan jika kedua terlapor melakukan perzinahan. Namun dari keterangan saksi Lia dan hasil VeR tidak mengarah ke hal yang diduga oleh ayahnya tersebut.

“Kita masih terus melakukan proses penyelidikan terhadap kasus ini. Jika kita temukan bukti baru, maka kita akan memanggil lagi baik saksi maupun terlapor,” tandas dia lagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, diketahui jika hubungan rumah tangga antara Yohanes Nani Carfallo dan Mahyani sedang renggang. Keduanya diketahui sudah pisah rumah karena Yohanes sering melakukan penganiayaan terhadap Mahyani.

Baca Juga :  PKL di RSUD S.K. Lerik Kupang mengadukan nasipnya

Bahkan pada tahun 2015 yang lalu, Yohanes pernah dilaporkan ke Polsek Alak karena melakukan KDRT terhadap Mahyani. Namun laporan tersebut dicabut usai korban bersedia berdamai dengan Yohanes.

Mahyani istri Yohanes tak membantah hal tersebut. Dirinya mengakui sudah lebih dari 5 tahun keduanya pisah rumah. Bahkan Yohanes berniat menceraikan dirinya.

“Ia, dia (Yohanes) memang sudah tidak serumah lagi dengan saya. Dia hanya sesekali datang ke rumah untuk bertemu dengan ketiga anak kami. Karena anak-anak memilih tinggal dengan saya,” ungkap Mahyani.

Ketika disinggung terkait hubungannya dengan Abraham Maulaka, dirinya mengatakan hanya sebatas atasan dan bawahan. Ia memang sengaja mengajak Pak Kadis Abraham ke rumahnya untuk menasehati anaknya Lia agar jangan mencari kerja ke Jakarta karena khawatir.

“Anak saya Lia memang sudah kenal dengan Pak Abraham sehingga saya yakin kalau beliu nasehati Lia akan mendengarnya,” urai Mahyani.

Menurutnya, tidak hanya itu, kedatangan beliu juga ingin membantu Lia dalam mencari pekerjaan. Saat keluar dari rumah, saya, Lia dan Pak Abraham naik mobil bertiga bukan seperti yang Yohanes bilang di laporan Polisi dan beberapa media itu kalau hanya berdua saja.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan NTT Abraham Maulaka alias Aba enggan berkomentar terlalu banyak mengenai kasus yang menimpah dirinya. Dirinya mengatakan saat ini masih menunggu proses hukumnya.

“Kita lihat proses hukumnya dulu. Benar tidak seperti yang dilaporkan terlapor. Kalau soal apakah saya akan lapor balik atau tidak, hal itu tidak menutup kemungkinan. Namun kita saat ini kita fokus dengan proses hukum yang sedang berjalan,” pungkas mantan Wakil Bupati Alor ini. **

Penulis: Semar Dju

Pencarian Terkait:

  • visum selingkuh
Baca Juga :  Diisukan "Lempar Handuk" di Pilkada Kota Kupang, Veki Lerik "Unjuk Taring"

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button