Home / News NTT / Mantan Bupati Alor Cs Dipenjara Lebih Rendah dari Tuntutan

Mantan Bupati Alor Cs Dipenjara Lebih Rendah dari Tuntutan

Jalannya sidang. (foto: semar dju)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM – Sebanyak tiga orang terdakwa kasus korupsi Unit Layanan Pengadaan (ULP) barang dan jasa Kabupaten Alor, tahun anggaran 2012-2014, masing-masing Simeon Thobias Pally selaku mantan Bupati Alor, Abdul Jalal selaku Ketua ULP barang dan jasa, serta Melkson Beri selaku Sekretaris ULP barang dan jasa, akhirnya divonis lebih rendah oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang pada sidang Senin (11/1/2016) pukul 16.00 wita bertempat di Pengadilan Tipikor Kupang.

Selain divonis penjara, ketiga terdakwa juga didenda Rp. 50 juta subsidair 3 bulan kurungan, serta diwajibkan membayar denda Rp. 137 juta lebih subsidair 6 bulan kurungan.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Kupang yang diketuai Sumantono didampingi hakim anggota Herbert Harefa dan Jult M. Lumban Gaol, dalam amar putusannya mengatakan, setelah mendengarkan keterangan saksi dan saksi ahli maka perbuatan ketiga terdakwa telah terbukti secara sah menyalahgunakan jabatan atau kewenangan yang ada padanya hingga mengakibatkan adanya kerugian keuangan negara. “Hal yang memberatkan ketiga terdakwa yakni tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan tindak pidana korupsi serta menyalahgunakan hak dan kewenangannya,” ujar majelis hakim.

Memutuskan, menjatuhkan hukuman pidana berupa penjara bagi terdakwa Simeon Thobias Pally dengan pidana pennjara selama 1,6 tahun, denda sebesar Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan. Selain pidana penjara dan denda, terdakwa Simeon Thobias Pally juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp. 137 juta lebih subsidair 6 bulan kurungan.

Sementara itu, kata majelis hakim, untuk terdakwa Abdul Jalal dan Melkson Beri divonis pidana penjara selama 1,4 tahun dan denda sebesar Rp. 50 juta subsidair 3 bulan penjara. Keduanya juga dikenakan uang pengganti sebesar Rp. 137 juta lebih subsidair 6 bulan kurungan. Namun, jelas majelis hakim, kedua terdakwa sudah menitipkan uang ke JPU. Sehingga uang titipan itu akan disita untuk menutupi kerugian keuangan negara. Putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang ini lebih rendah dari tuntutan JPU sebelumnya.

Baca Juga :  Wow, Bupati Ray Fernandes Antar Nico Frans Daftar Calon Wali Kota Kupang!!

Perbuatan ketiga terdakwa juga diatur dan diancam pasal 3 jo pasal 18 Undang-undang nomor 31/ 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20/ 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Usai menjatuhkan vonis bagi ketiga terdakwa korupsi ULP barang dan jasa Kabupaten Alor, majelis hakim lalu memberikan waktu selama tujuh hari bagi para terdakwa, penasihat hukum dan JPU untuk boleh menerima dan boleh juga menolak dengan melakukan banding. Sekedar diketahui, pada sidang tuntutan sebelumnya, terdakwa Simeon Thobias Pally dituntut 2 tahun sementara untuk terdakwa Abdul Jalal dan Melkson Beri dituntut 1.6 tahun.

Jalannya sidang putusan tersebut dipimpin hakim ketua, Sumantono didampingi hakim anggota Herbert Harefa dan Jult M. Lumban Gaol. Hadir juga JPU Kejati NTT, Max Jeferson Mokola dan Kundrat Mantolas. Sementara ketiga terdakwa didampingi penasihat hukumnya, Yanti Siubelan, Abdul Jalal, Niko Kelomi dan George Nakmofa. Penasihat hukum ketiga terdakwa kepada moral-politik.com mengaku, terkait dengan putusan tersebut pihaknya menerima dan tidak akan melakukan banding. Namun oleh JPU ditegaskan, pihaknya masih harus pikir-pikir apakah akan melakukan banding atau menerimanya. **

Penulis: Semar Dju

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button