Home / News NTT / Medah Sayangkan Perpisahan Jonas-Herman di 2017

Medah Sayangkan Perpisahan Jonas-Herman di 2017

Wakil Ketua II DPRD Kota Kupang Marthinus Medah.

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang menilai program-program pro rakyat yang sudah dijalankan oleh Wali Kota Kupang Jonas Salean dan Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man, sudah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sejak 2014-2015, ada program yang sudah selesai dan banyak juga belum. Tetapi, rata-rata semua program yang sudah dijalankan sangat baik bagi masyarakat. Ya saya berharap, capaian-capaian yang sudah dicapai harus lebih ditingkatkan,” kata Wakil Ketua II DPRD Kota Kupang Marthinus Medah kepada moral-politik.com, di ruang kerjanya, Kamis (14/1/2016).

Ia mengatakan, program pemerintah dalam peningkatan infrastruktur di kota ini sudah sangat baik. Maka dengan sisa masa kepemimpinan pemerintahan sekarang yang saat ini sudah pada posisi tahun 2016, agar program yang belum terselesaikan dapat terlaksana.

Sementara disinggung soal program yang sudah dijalankan secara baik, apakah paket ini harus terus dilanjutkan ke priode berikut, Medah mengatakan, secara pemerintahan dilihat dengan program yang sudah dijalankan oleh Paket SALAM sangat baik untuk dipertahankan. Namun, dengan adanya pernyataan mereka harus pisah, maka itu tentunya dengan sisa masa kepemimpinan Paket SALAM dapat tetap mengawal program-program yang sudah dilahirkan tersebut hingga sukses.

“Harapan kita kalau bisa Paket SALAM tetap, tapi mereka harus berpisah dan berjalan sendiri-sendiri, maka program-program yang sudah dilahirkan Paket SALAM masa akhir jabatan tahun 2017 dapat terus membangun koordinasi dengan baik,” katanya.

Ada program dari Paket SALAM yakni meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan, kiranya tidak hanya bagi usaha kecil yang sudah punya usaha, namun pemerintah perlu juga memberikan perhatian bagi para pemuda yang sudah tamat SMA dan lulus kuliah, dengan memberikan pelatihan keterampilan usaha guna meningkatkan sumber daya manusia (SDM) mereka.

Baca Juga :  2 Lurah Terlibat Sindikat KTP, Jonas Salean Geram

“Salah satu cara mengurangi angka penggangguran terdidik yakni para pemuda yang saat ini sudah tamat SMA maupun lulus kuliah salah satu cara pemerintah harus membuka dan memberikan pelatihan keterampilan dunia usaha bagi mereka, sehingga mereka bisa membuka usaha baru melalui pelatihan yang didapat tersebut,” katanya.

Ia mengatakan, cukup banyak pemuda di kota ini yang sudah tamat SMA maupun lulus kuliah yang belum memiliki pekerjaan, maka salah satu cara membuka lapangan kerja baru, pemerintah harus membuka suatu pelatihan bagi mereka agar setelah selasai pelatihan, mereka bisa menciptakan lapangan kerja sendiri.

Penulis: Nyongki

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button