Home / News NTT / Melkianus Bale: Pemkot Kupang Harus Lelang Terbuka Restaurant Teluk Kupang

Melkianus Bale: Pemkot Kupang Harus Lelang Terbuka Restaurant Teluk Kupang

Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang Melkianus Bale

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM – Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang Melkianus Bale mengatakan, sistem anggaran di lingkup pemerintah sudah diatur secara baik, sehingga seharusnya pelelangan pengelolaan restaurant tersebut dilakukan di awal Januari, agar pendapatan dari pengelolaan itu dalam setahun dapat lebih terukur.

Tetapi, lanjutnya, mengingat saat ini pemerintah sedang menghadapi proses hukum gugatan dari pengelola Restaurant Teluk Kupang sebelumnya, yang telah diputuskan kontrak kerja samanya oleh pemerintah, maka sebaiknya proses pelelangan pengelolaan harus ditunda terlebih dahulu.

Karena, dikhawatirkan jika setelah proses lelang sudah berjalan, dan pemerintah sudah menunjuk pihak ketiga yang menang lelang dan mengelola restaurant, ternyata dalam proses persidangan gugatan itu pemerintah kalah, maka jelas akan menimbulkan persoalan baru.

“Proses gugatan ini memang lama, secara bisnis jelas pemerintah rugi. Tapi lebih baik pending sampai ada kepastian hukum,” kata Melkianus.

Jika sudah ada kepastian hukum yang memenangkan pemerintah, barulah dilakukan proses pelelangan untuk mencari pengelola baru. Dalam proses pelelangan, lanjutnya, harus dilakukan secara terbuka dan transparan.

“Harus lelang terbuka, jangan ada yang ditutup-tutupi untuk menghindari kesan sudah ada pengelola yang dipersiapkan pemerintah,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pemerintah agar dalam proses pembuatan kontrak kerja sama dengan pihak ketiga sebagai pengelola, harus dicermati secara baik. Klausul-klausul kontrak harus benar-benar dipahami agar tak lagi menimbulkan persoalan di kemudian hari. Karena, jika nanti melakukan hal-hal di luar isi kontrak, maka akan menimbulkan persoalan.

“Jadi kontrak harus diperhatikan baik, jangan ada celah karena nanti bisa jadi masalah,” tandasnya.

Sebelumnya, Sekot Kupang Bernadus Benu mengatakan, pengelolaan Restaurant Teluk Kupang yang menurut rencana dilakukan pada awal Januari ini terpaksa ditunda. Penundaan pelaksanaan pelelangan disebabkan saat ini pengelola sebelumnya Rostianti Sumual melalui kuasa hukumnya telah mendaftarkan gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Kupang, dan sidang perdananya telah mulai digelar.

Baca Juga :  Mahasiswa UKAW Kupang gelar mimbar bebas, aksi unjuk rasa dan kuliti pihak rektorat

Bernadus mengatakan, dengan sudah dilakukannya gugatan di pengadilan, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang harus siap menghadapi gugatan tersebut. Terkait tawaran mediasi di awal proses persidangan, Pemkot siap untuk duduk bersama mebicarakannya guna menyelesaikan persoalan tersebut.

Ditanya waktu pelelangan pengelola restaurant, Bernadus mengatakan, saat ini proses mediasi sedang berjalan. Jika ternyata nanti proses mediasi gagal, dan persidangan gugatan itu tetap dilanjutkan, maka langkah awal yang akan dilakukan Pemkot adalah mengajukan surat permohonan kepada PN Kupang agar aset tersebut tak disita. Sehingga, aset tersebut dapat dimanfaatkan oleh Pemkot sambil menunggu proses persidangan berjalan.

“Kalau diizinkan oleh pengadilan untuk tidak disita dan bisa kita pakai, maka kita akan lakukan lelang untuk cari pengelola baru,” kata Bernadus.

Penulis: Nyongki

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button