Home / Populer / Misa Syukur Prof.Dr.Frans Bustan, Ini Nasihat Pastor yang mantan Murid Kepada Gurunya (2)

Misa Syukur Prof.Dr.Frans Bustan, Ini Nasihat Pastor yang mantan Murid Kepada Gurunya (2)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Pater Julius, atau yang kerap disapa dengan Pater Rektor ini melanjutkan, kita hidup di era kini untuk mencari hasil yang cepat. Tapi dalam injil tentang penabur, dalam kesabaran dan harapan, terkadang kita harus menanti hasilnya selama bertahun-tahun. Tanah yang subur sekalipun butuh waktu untuk menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Yang tumbuhnya cepat matinya pun cepat.

“Untuk menguatkan murid-murid-Nya, Yesus mengungkapkan perumpamaan tadi. Murid-muridnya sudah tak sabar. Ia guru besar datang dari Allah, tapi kok hasilnya belum kelihatan. Kita belum jadi-jadi juga,” katanya.

88Prof.Dr.Fransiskus Bustan, M.Lib dan Ny. (ist)

Menurut dia, inti dari perumpamaan tadi bagi murid-murid-Nya, yang pertama hasilnya pasti ada, sedikit atau banyak. Yang kedua akan dapat banyak hasil jauh setelah itu, setelah kita menaburkan benih. Oleh karena itu jangan pernah putus asah dan lelah. Untuk pengabdian pada sesama.

Sementara itu kisah Elia, menurutnya, pada bacaan pertama menunjukkan bahwa mengejar sesuatu yang besar atau tinggi itu butuh usaha yang besar dan berjenjang. Sebab jika kita terserang deman atau malaria, kita sebenarnya bukan tidak bisa makan, tapi karena tidak mau makan.

99Ny. Lusia Adinda Lebu Raya mengikuti misa syukur.  ist)

“Elia juga tadi terbaring lemas, sebenarnya bukan karena tidak bisa makan. Tapi karena dia lagi putus asa tidak mau makan. Elia juga bukan lapar dan lelah, tapi kehilangan gairah untuk hidup. Dia ingin mati saja. Tapi melalui Malaikat, Allah memberikan suntikan baru dan motivasi. Dan setelah mendapat itu, Elia mampu berjalan selama 40 hari 4o malam sampai mencapai puncak gunung Horeb. Di puncak gunung itu, di ujung dari pendakiannya, Yahwe memberi Elia tiga tugas penting….” urainya.

Baca Juga :  GNPF-MUI: Gelaran demo bukan 25 November tapi 2 Desember

Untuk mengejar sesuatu yang besar, cita-cita yang tinggi, kata dia, butuh tekat yang luar biasa teguh. Jangan cepat putus asa dan tak berani hadapi tantangan.

66(ist)

“Itulah yang telah dihadapi Pak Frans, sang Guru Besar ini. Selama 33 tahun!” tegasnya.

Namun itu saja tidak cukup. Kita butuh asupan gairah rohani dari Allah, dan tidak hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri. Karena itu kita hadir di sini dan memulai semua dengan perayaan ekaristi. (bersambung)

Penulis: Vincent

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button