MORAL-POLITIK.COM – Warga Kota Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat diresahkan dengan maraknya orang gila yang berkeliaran di Kota Kasih dan Kota Flamboyan ini. Karena itu pihak Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Provinsi NTT maupun Kota Kupang diminta segera melakukan razia terhadap orang gila yang jumlahnya tampak terus bertambah banyak.

Adi Adoe (31) warga Kota Kupang mengaku cukup dibuat resah dan gelisah, sebab keberadaan mereka selain merusak pemandangan karena tanpa busana, warga juga merasa takut ketika melihatnya oleh karena mereka sering menganggu ketertiban umum.

“Bukan masalah memberi makanannya, orang gila itu datang ke toko atau warung ketika pembeli tengah ramai. Sehingga pembeli mengurungkan niat untuk berbelanja karena jijik dan takut,” ungkap Adi kesal.

Dia mengaku orang gila itu, hampir setiap hari berkeliaran di jalan umum dan terkadang mendatangi warung, meskipun telah diberikan makan dan minum serta rokok, namun mereka tidak pernah mau pergi dari tempat jualan.

Harapan Adi, dinas terkait di Provinsi NTT maupun di kota dan kabupaten, segera melakukan razia terhadap orang gila yang jumlahnya terus bertambah di wilayah tersebut. Pasalnya keberadaan orang gila itu, cukup meresahakan dan membuat para pedagang merasa rugi.

“Selain merusak pemandangan, keberadaan orang gila itu, tidak bagus untuk kesehatan lingkungan, terutama kawasan Kota Kupang yang merupakan kawasan kuliner dan wisata. Harapan kami mereka segera di razia dan dimasukkan ke dalam panti atau rumah sakit jiwa,” ucap lelaki berdarah Rote ini.

Terpisah, Asisten I Setda NTT Yohana Lisa Pali kepada moral-politik.com di ruang kerjanya, Selasa (19/1/2016) mengatakan, pihaknya akan mengagendakan penertiban orang gila itu, namun hingga saat ini belum bisa memastikan kapan orang tidak waras itu akan ditertibkan.

“Kami belum bisa memastikan kapan razia tersebut akan dilakukan, karena kami masih banyak kegiatan yang lain, dan juga kami akan bergandeng tangan dengan Dinas Kesehatan NTT, kemudian dengan aparat keamanan, dan Sat Pol PP,” katanya. **

Penulis: Semar Dju

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

82 + = 87