Home / Populer / Pdt.DR. Mery Kolimon Usung Perubahan dalam Pelayanan GMIT

Pdt.DR. Mery Kolimon Usung Perubahan dalam Pelayanan GMIT

Pdt.DR.Mery Kolimon berjabatan tangan dengan Pdt.Boby Litelnoni, di Gereja Koinonia Kota Kupang, Minggu (10/1/2016). Foto: Nyongki

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM – Perubahan itu bukanlah suatu ide yang lazim. Perubahan adalah ciri dari identitas gereja reformasi, gereja protestan, eklesia reformata, semper reformanda. Gereja reformasi masih terus mereformasi memperbaharui dirinya, dan reformasi adalah membuat perubahan terutama dalam hal lembaga dan praktiknya, maka gereja akan menjadi lebih baik, menjadi gereja yang setia dengan identitas reformasi dan bersedia terus menerus berubah untuk penataan diri dan misi gereja yang lebih baik.

Demikian dikatakan Ketua Majelis Sinode, Pdt. DR. Mery Kolimon dalam sambutannya usai dilakukan serahterima jabatan Ketua Sinode GMIT Kupang masa jabatan 2011-2015 dari Pdt. Ribert Litelnoni kepada Pdt. DR. Mery Kolimon, yang berlangsung di Gereja Koinonia, Kuanino, Kota Kupang, Minggu (10/1/2016) petang hingga malam hari.

Dikatakan, lebih dari 68 tahun GMIT berdiri. Banyak hal telah terjadi, dan sebagai lembaga GMIT telah menata diri, mulai dari gedung gereja berdiri dimana-mana, system administrasi yang tertata rapih, punya system pengkajian pendeta yang lebih mapan. Namun sebagai sebuah organisasi pengutusan, sebuah komunitas terputus GMIT masih harus menata tugas fungsional.

“Kita bergereja di tengah masyarakat dan umat yang masih bergumul dengan kemiskinan, kekerasan dalam rumah tangga, angka putus sekolah cukup tinggi, ancaman kekeringan dan gagal panen, perdagangan orang, tingginya angka kematian ibu dan anak. Dalam semua itu kita masih harus berjuang mencari cara agar manajemen eklesia kita mampu menyentuh dan bergumul bersama masyarakat dalam perjuangan hidup damai sejahtera, terutama bersama mereka yang lemah dalam hidup bersama kita.” kata Mery. **

Penulis: Nyongki

 

 

 

 

Baca Juga :  Kok Mariah Carey mulai diejek, 'sih?

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button