Home / News NTT / Pembobol Rumah Sam Haning Mulai Didakwakan Bersalah

Pembobol Rumah Sam Haning Mulai Didakwakan Bersalah

Foto: Semar Dju

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM – Sidang terdakwa pembobolan rumah Samuel Haning alias Sam Haning, Rhidoni Putra Aklis (19), akhirnya berlangsung perdana di Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Kupang, Selasa (5/1/2016) sekira pukul 13.00 Wita.

Sidang perdana dengan agenda mendengarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Kupang itu, hanya berlangsung sekira 10 menit. Jaksa Kadek Widia Antari pada saat membacakan dakwaan menegaskan terdakwa Rhidoni Putra Aklis melakukan pencurian di rumah korban Samuel Haning pada 13 Oktober 2015 lalu dengan cara masuk ke dalam rumah melalui ventilasi udara dengan bantuan tangga aluminium.

Setelah terdakwa masuk ke dalam rumah korban, jelas Kadek, sejumlah barang bukti seperti satu buah tas warna hitam berisi tiga buah kabel USB, proyektor merek 3MMP180, satu buah memori card merek V- Gen, satu pasang spiker aktif, satu buah tripot, satu buah card rider, satu lembar kertas LCD film, satu buah kertas mini display, tiga buah colokan, tiga buah buku perbandingan hukum dalam konteks dan buku panduan pocket projektor, satu buah CD (Compak Disk), dan satu buah Hp lipat merk Samsung.

“Kronologis kejadian pencurian, saat terdakwa lewat di jalan depan rumah korban dan lihat ada tangga aluminium maka pelaku lalu masuk ke dalam rumah. Terdakwa masuk ke dalam rumah menggunakan tangga aluminium melalui ventilasi udara,” kata JPU.

Lalu, lanjut Kadek, terdakwa masuk ke kamar korban dan mengambil tas hitam milik korban Samuel Haning, tas ditaruh di pundak terdakwa. Namun, dengar orang teriak dari luar rumah, terdakwa mengambil pisau sangkur dan berusaha membuka salah satu pintu kamar namun tidak berhasil. Karena panik, kata Kadek, terdakwa merusak plafon rumah dan naik ke atas plafon dan masuk ke dalah satu kamar dan sembunyi di salah satu kamar.

Baca Juga :  Kajari TTU digugat soal kasus korupsi Rp47,5 M

Akibat perbuatan terdakwa Rhidoni Putra Aklis, maka korban mengalami kerugian sekira Rp 2,5 juta. “Perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencurian sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 363 KUHP tentang pencurian,” sebut Kadek.

Jalannya sidang tersebut dipimpin hakim ketua, Ida Ayu Adnya Dewi didampingi hakim anggota Andy Eddy Viyata dan Herbert Harefa.

Sementara terdakwa Rhidoni Putra Aklis hadir dipersidangan tanpa didampingi penasihat hukum. Usai pembacaan dakwaan, majelis hakim lalu menunda persidangan hingga Selasa pekan depan. **

Penulis: Semar Dju

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button