Home / News NTT / Rumah Perempuan Kupang Bekali Kaumnya Hadapi Kekerasan!!

Rumah Perempuan Kupang Bekali Kaumnya Hadapi Kekerasan!!

Ilustrasi. (beritalima.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM – Dalam rangka memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan dalam penanganan berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang kian marak terjadi saat ini, Rumah Perempuan Kupang (RPK) menggelar diskusi regular perempuan lintas-agama tingkat Kota Kupang.

Perempuan lintas-agama yang ikut dalam diskusi yang diselenggarakan di kantor RPK, Selasa (19/1/2016) terdiri dari Perempuan Katolik, Kristen Protestan, Islam, dan Hindu. Mereka berasal dari beberapa kelurahan yang ada di Kota Kupang.

Imelda Dally, fasilitator kegiatan diskusi regular lintas-agama dalam diskusi tersebut mengatakan, kegiatan diskusi perempuan lintas-agama yang digelar tersebut dalam rangka melihat sensitifitas perempuan lintasagama dalam merespons kasus ketiadakadilan atau intoleran yang dialami oleh perempuan dan anak di Kota Kupang, terlebih khusus di wilayah sekitar tempat tinggal mereka.

“Diskusi regular ini, sebagai suatu gerakan bagaimana peran perempuan lintas-agama melakukan suatu langkah pencegahan dan penanganan masalah kekerasan yang dialami perempuan dan anak di lingkungan sekitarnya. Banyak masalah yang terjadi, namun masih ada sebagian perempuan yang masih ragu untuk mengambil langkah pencegahan terhadap kasus yang terjadi, karena belum mengetahui cara penangananya,” kata Imelda.

Melalui diskusi dimaksud, lanjutnya, dibahas cara perempuan lintas-agama melakukan langka pencegahan dan penanganan terhadap ketidakadilan/intoleran yang dialami perempuan dan anak di sekitar mereka.

“Dalam diskusi ini perempuan lintas-agama dibagai dalam kelompok untuk sharing kasus yang terjadi di lingkungan mereka, dan dibahas bagaimana langkah pencegahan yang harus dilakukan,”katanya.

Sementara itu, Ria, salah satu peserta diskusi dari Kelurahan Fatululi mengatakan, diskusi perempuan lintas-agama yang digelar RPK adalah hal yang sangat bagus, karena perempuan lintas-agama bisa sharing kasus yang terjadi di sekitar mereka, dan bisa mengetahui cara pencegahan yang dapat dilakukan.

Baca Juga :  "Tidak Benar Saya Sedang Sekamar dengan Pak Abraham!"

“Dengan diskusi ini, kami sebagai perempuan lintas-agama di bawah koordinasi Rumah Perempuan bisa memainkan peran dalam menghadapi kasus yang terjadi,” katanya.

Ia mengakui, banyak kasus ketidakadilan/intoleran yang terjadi di depan mata. Namun, selama ini mereka belum bisa melakukan langkah pencegahan. Alasannya, karena belum mengetahui caranya. Tetapi, melalui diskusi tersebut, perempuan lintas-agama dapat menggalang kekuatan mencegah kasus kekerasan yang terjadi melalui komunikasi dalam jejaring yang ada. **

Penulis: Nyongki

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button