Home / News NTT / Seorang Wanita 60 Tahun Ditemukan Meninggal di Jembatan Selam

Seorang Wanita 60 Tahun Ditemukan Meninggal di Jembatan Selam

Foto: ilustrasi. (sumsel.tribunnews.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM – Sabtu (23/1/2016) sekitar pukul 11. 00 WITA masyarakat Kelurahan Fontein, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) digegerkan dengan penemuan mayat Ria Manafe (60). Korban yang adalah tuna wisma diketahui menderita kelainan jiwa sejak tahun 2000.

“Dulu dia tinggal di Perumnas buka praktek penyembuhan secara tradional. Tiba-tiba tahun 2000 dia mulai sakit jiwa. Akhirnya dia (korban) punya suami bawa ke Tanah Merah menetap di rumah mereka karena yang di Perumnas hanya kos. Tapi korban lari dari rumah dan mulai hidup berpindah-pindah tidak jelas,” ungkap Petrus Manafe sepupu korban.

‎Diuraikan Petrus, usai pindah ke Tanah Merah, Kabupaten Kupang, dirinya putus komunikasi dengan korban. Namun beberapa bulan yang lalu suami korban, Hendrik, sempat datang ke rumahnya untuk mencari korban namun dirinya mengatakan korban tidak tinggal dengannya.

“Suaminya sekarang tinggal di Sumba dan sempat cari tahu keberadaan korban namun mungkin karena lihat keadaan korban begitu dia sudah sonde mau lae. Korban ini tiap hari keliling Kota Kupang pilih barang-barang bekas. Pokoknya hidup dari belas kasian orang, tidur saja di emperan toko,” tuturnya.

Atas informasi yang diterima moral-politik.com dari Kapolres Kupang Kota, AKBP Budi Hermawan melalui Kasat Reskrim AKP Didik Purwanto mengatakan, sebelum korban ditemukan meninggal ada beberapa warga yang sempat melihat korban berjalan dari arah Jalan Trikora menunju Jembatan Selam dengan kepala sudah luka. Bahkan korban yang sudah tua nampak kesulitan berjalan sehingga harus menyeret kakinya.

“Ada saksi Samsul Bahri yang mengaku melihat korban pada Jumat (22/1/2016) sekitar pukul 23.30 WITA dalam kondisi sakit. Selain Samsul, ada lagi saksi Askar Rafiki yang sempat juga melihat korban dalam kondisi sakit di dekat Jembatan Selam.

Baca Juga :  Mengapa Baru 6 Sekolah di NTT Siap Ujian Secara 'Online' ??

Ia lalu memberikan pakaian dan menggantikan pakaian korban, lalu memberikan makan nasi 1 bungkus. Kaget keesokan harinya korban ditemukan sudah meninggal tepat di belakang perumahan Imigrasi,” tutur Didik.

Kepala Kamar Jenazah RSU Prof. Dr.W. Z. Yohanes, Okto Boimau, mengatakan karena keluarga korban tidak ada yang mengurus jenazah korban, jenazah korban berstatus terlantar. Dan nantinya akan dikuburkan oleh pihak rumah sakit.

“Karena alasan ekonomi keluarga korban tidak mau mengurus jenazah korban sehingga nanti kita yang akan makamkan di TPU Fatukoa. Semua biaya ditanggung RSU,” tutur Okto.

Berdasarkan pantau media ini di tempat kejadian perkara (TKP), korban ditemukan tepat di belakang tembok Perumahan Imigrasi di Jalan Soekarno.

Korban nampak menggunkan baju kemeja warna merah muda, celana pendek warna coklat dan sebuah sarung. Penemuan mayat ini sontak menggegerkan warga Kelurahan Fontain dan Air Nona. Pihak Polsek Oebobo langsung membawa jenazah korban ke RSU. **

Penulis: Semar Dju

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button