MORAL-POLITIK.COM – Kantor Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali, mendapat ancaman bom, Senin pagi 18 Januari. Sopir Camat Buleleng menerima ancaman yang diklaim berasal dari anggota jaringan teror Jakarta.

Pegawai tersebut mengaku mendapat surat berisi ancaman bom. Seorang pengendara sepeda motor yang tak dikenal memberikan surat tersebut.

“Yang mengantarkan surat ini seorang laki-laki yang menggunakan sepeda motor Supra X 125. Saya tidak hapal nomor pelat motornya. Orangnya langsung kabur,” kata sopir bernama Ida Bagus Suwiftana itu.

Isi surat menjelaskan pengirimnya merupakan anggota jaringan yang meneror Jakarta sepekan lalu. Surat bertuliskan bahwa jaringan tersebut sudah memasuki Bali, utamanya Denpasar dan Singaraja.

“Kami akan meledakkan dua kota ini (Denpasar dan Singaraja),” demikian petikan isi surat.

Pegawai kecamatan lantas menyerahkan surat itu ke polisi. Polisi setempat melacak pria pembawa surat namun hasilnya masih nihil.

“Apa pun alasannya, petugas wajib melacaknya. Apakan ancaman itu main-main, atau benar. Polisi tak akan menganggap main-main peristiwa itu. Apalagi ancaman itu menimpa dua kota, Denpasar dan Singaraja,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hery Wiyanto.

Teror bom di Jakarta terjadi pada Kamis 14 Januari 2016. Peledakan bom dan penembakan terjadi di kawasan sekitar pusat perbelanjaan Sarinah di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Delapan orang tewas dan belasan lainnya terluka. RRN

Sumber: Metrotvnews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 + 6 =