Home / News NTT / “Terdakwa Tertidur di Kursi, Jaksa Menonton Sidang Ditunda”

“Terdakwa Tertidur di Kursi, Jaksa Menonton Sidang Ditunda”

Jaksa menonton terdakwa tertidur. (Foto: Semar Dju)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM – Sidang lanjutan kasus Dugaan Korupsi Pembantuan Daerah Tertinggal (PDT) pembangunan dermaga di Kabupaten Alor dan Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya menuai sebuah percobaan baru.

Manakala sidang digelar pada pukul 14.00 – 19.00 Wita, sidang di skors selama 30 menit, namun pada saat sidang di skors tiba-tiba terdakwa Sri Raharjo merasa kepalanya pusing. Tidak lama berselang terdakwa langsung panas tinggi kemudian gemetar dan terbaring di atas kursi ruangan tunggu di Pengadilan Tipikor, di Jln. Kartini, Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang, Kamis (7/1/2016).

Marselina Faot (35) salah satu pengunjung di pengadilan itu langsung berteriak kepada orang-orang di sekitarnya dan aparat kejaksaan bahwa saksi Marselina itu tidak ada yang dihiraukan sama sekali.

Eh, malah aparat kejaksaan yang terdekat terus duduk pangku kaki lalu asik bermain HP dan tidak respons atas teriakan saksi itu.

Baru setelah 20 menit aparat kejaksaan mendatangi dan melihat terdakwa sedang tertidur. Setelah Jaksa melihat terdakwa tertidur lalu bertanya kenapa dia bu, ibu menjawab pak ini tiba-tiba gemetar dan panas tinggi langsung ketiduran pak saya tidak tahu akibatnya kenapa.

Marselina menjelaskan, kasian tahanan ini banyak jaksa yang melihat tapi ko ngga di tolong ya, malahan di nonton kemudian duduk pangku kaki bermain HP.

“Secara manusiawi harus memberikan pertolongan pada orang ini jangan di siksa karena dia tahanan, bagaimana dengan moralitas manusia, moral hukum dan moral Pancasila itu,” kata dia.

Setelah menjawab pertanyaan moral-politik.com, pihak jaksa langsung membawa terdakwa ke rumah sakit Kartini untuk diperiksa kesehatannya.

Berdasarkan pantauan, sidang ditunda karena terdakwa sedang sakit dan membutuhkan pertolongan medis.

Baca Juga :  Pasien bunuh diri, Pihak RSUD Prof.DR. W.Z. Johannes Kupang dinilai lalai

Dengan sakitnya terdakwa otomatis membuat sidang ditunda. Padahal, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kundrat Mantolas, sudah mendatangkan tiga saksi ahli untuk bersaksi di depan hakim. “Mau gimana lagi. Kalau tidak ada terdakwa, sidang tidak bisa berjalan. Jadi harus ditunda sampai terdakwa Sri hadir,” tandas Kundrat.

Persidangan ini merupakan kelanjutan dari kecelakaan lalai dengan kasus pencucian uang negara untuk membangun perumahan daerah tertinggal (PDT) di Kabupaten Alor sebesar Rp. 4.033.000.000, dan di Pamakayo sebesar Rp. 6.339.138.11.

Penulis: Semar Dju

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button