Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya memberikan medali sebagai juara I Pertandingan Gateball Internal PU NTT kepada Kepala Dinas PU NTT, Andre W. Koreh pada perayaan Bulan Bakti PU ke-70, di Kantor PU NTT, Kamis (3/12/2015) yang lalu. Foto: Dok. PU NTT.

 

MORAL-POLITIK.COM – Pekerjaan jalan aspal hotmix di Jalan W.J. Lalamentik, dan Jalan Palapa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikerjakan oleh PT. Gajah, dan pekerjaan di jalan Polisi Militer, Kelurahan Oebobo dikerjakan oleh PT. UKB dipastikan mengalami keterlambatan.

Sesuai kontak pekerjaan tersebut yang dianggarkan melalui APBD I Provinsi NTT tahun 2015 sudah harus rampung dikerjakan, namun hingga kini pekerjaan tersebut masih belum selesai, dan hampir dipastikan kedua kontraktor itu dikenakan sangsi denda keterlambatan sebesar 1/1000 (satu perseribu) dari nilai kontrak setiap harinya.‬

‪​Demikian dikatakan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Provinsi NTT Andre W. Koreh kepada moral-politik.con di ruang kerjanya, Senin (11/1/2016) yang lalu.

Menurutnya, keterlambatan penyelesaian oleh kedua perusahaan tersebut karena keterbatasan material.

Pasalnya material aspal yang akan digunakan oleh kedua perusahaan masih menunggu dari PT. Hutama Mitra Nusantara (HMN) yang merupakan salah satu perusahaan di NTT yang memiliki AMP.

“Yang pastinya mereka menunggu material dari PT. HMN karena PT. HMN sendiri masih melakukan aktifitas di luar kota. Maka dari itu apabila PT. HMN sudah selesai kerja baru mereka bisa kebagian material aspal,” kata Andre.‬

palapaPengerjaan Jalan Palapa, Kota Kupang, Sabtu (16/1/2016). Foto: Ist.

Kedua perusahaan tersebut, jelasnya, sudah diberikan kemudahan dengan penambahan waktu kerja selama 50 hari. Sedangkan sangsi denda keterlambatan sendiri tetap berjalan terus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 2 = 1