Home / Populer / Upaya Polda NTT Bongkar Kasus Korupsi di 2 Kabupaten

Upaya Polda NTT Bongkar Kasus Korupsi di 2 Kabupaten

Kepala Kepolisian Daerah Polda NTT Brigjen Pol Endang Sunjaya. (Foto: kompas.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM – Direskrimsus Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai membongkar dugaan kasus mafia tindak pidana korupsi dalam proyek lanjutan Pasar Alok, Kabupaten Sikka, dan korupsi proyek pengadaan pakaian kerja lapangan (PDL) Linmas Kabupaten Alor. Kedua kasus ini diperhatikan publik dengan dugaan kasus korupsi yang meningkat ditangani oleh Kepolisian Daerah (Polda NTT) selama tahun 2015.

Kepala Kepolisian Daerah Polda NTT Brigjen Pol Endang Sunjaya kepada moral-politik.com saat melaporkan kasus akhir tahun di Restauran Suba Suka, Kamis (31/12/2015) pukul. 8.30 Wita di Kupang, bahwa untuk kasus korupsi proyek pembangunan lanjutan pasar Alok Kabupaten Sikka tahun 2006, Ditreskrimsus Polda NTT telah menetapkan tersangka berinisial HS, dan juga sebagai pejabat pembuat komiten (PPK). Selain HS, yang juga ditetapkan tersangka oleh Polda NTT adalah BDC, salah satu kepala Dinas.

Untuk kasus korupsi proyek pembangunan lanjutan pasar Alok Kabupaten Sikka tahun 2006, Ditreskrimsus Polda NTT telah menetapkan tersangka berinisial HS, dan juga sebagai pejabat pembuat komiten (PPK). Selain HS, yang juga ditetapkan tersangka oleh Polda NTT adalah BDC, salah satu kepala dinas..

“Dengan kerugian negara dalam kasus ini cukup besar dan sangat diperhatikan dengan nilai kerugian negara sebesar Rp 1, 3 miliar.

Sedangkan, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Pakaian Kerja Lapangan (PDL) Linmas di kabupaten Alor, dengan 4 tersangka diantaranya berinisial YMB, Sekertaris Dewan selaku kuasa pengguna anggaran, MRDJ selaku PPK, serta BPB dan MTA selaku kontraktor. Potensi kerugian negara dalam kasus ini sebesar Rp 309 juta.

Secara umum, menurut dia, jumlah kerugian keuangan negara untuk kasus korupsi yang disidik oleh ditreskrimsus Polda NTT sebesar Rp 10 miliar lebih. “Rinciannya yang ditangani Polda NTT sebesar Rp 2,7 miliar dan Polda jajaran sebesar Rp 7,6 miliar,” jelas dia.

Baca Juga :  Mensesneg: Presiden usulkan Pak Budi Gunawan sebagai Kepala BIN baru

Namun, Polda NTT dalam tahun 2015 telah targetkan penyelesaian tindak pidana korupsi sebanyak 36 perkara sesuai DIPA Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) tahun anggaran 2015. Dan, yang telah berhasil dalam penyelesaian perkara (P 21) sebanyak 30 perkara, atau tingkat penyelesaian 83 persen.

“Bahkan Jumlah tersangka yang sudah terselesai (P 21) sebanyak 32 orang,” kata Sunjaya di acara penyampaian rilis akhir tahun Polda NTT yang dihadiri Wali Kota Kupang Jonas Salean, Wakapolda, para pejabat Polda NTT dan puluhan media massa. **

Penulis: Semar Dju

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button