Home / News NTT / Yusuf Made: Tidak Ada Monopoli Pekerjaan Jalan di Kota Kupang

Yusuf Made: Tidak Ada Monopoli Pekerjaan Jalan di Kota Kupang

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kota Kupang Yusuf Made. (foto; ntt-news.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM – Pekerjaan proyek jalan dalam wilayah Kota Kupang dengan konstruksi hotmix hingga menjelang akhir Januari baru mencapai 50 persen. Masih terdapat sejumlah ruas jalan yang belum dituntaskan tiga perusahaan yang dipercayakan mengerjakan jalan tersebut.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kupang Yusuf Made kepada moral-politik.com di ruang kerjanya, Senin (25/1/2016).

Made mengatakan, tiga perusahaan masing-masing CV Cendana, UKB, dan HMN masih diberikan waktu untuk menuntaskan paket pekerjaan yang belum rampung dikerjakan. Ditargetkan, hingga akhir Januari, semua paket pekerjaan jalan dengan konstruksi hotmix sudah selesai dikerjakan. “Untuk pekerjaan hotmix masih tersisa dua kilometer lebih. CV Cendana masih kita beri perpanjangan waktu 50 hari. Nanti kalau tidak sanggup tuntaskan baru di blacklist,” tegas Made.

Titik ruas jalan yang belum rampung, rincinya, meliputi ruas jalan di Nunbaun Delha, Nunhila, dan Alak-Penkase. Saat ini, rekanan juga sedang mengerjakan hotmix di Jalan Banteng.

Ditanya terkait sinyalemen keterlambatan pekerjaan karena pekerjaan dimonopoli rekanan tertentu saja, dirinya mengatakan, tidak ada monopoli oleh rekanan tertentu. Apalagi, penentuan pemenang melalui proses lelang online, sehingga semua rekanan boleh ikut, termasuk perusahaan dari luar. Hanya, CV Cendana yang merupakan perusahaan dari luar Kota Kupang tidak didukung Aspal Maxing Plant (AMP). Sehingga, pekerjaannya sedikit terhambat.

“Monopoli kecuali satu CV saja yang kerja. Tapi ini ada bagi ke beberapa rekanan. CV Cendana di Alak, Maulafa, Kota Raja, dan Kota Lama. UKB di Oebobo, dan HMN di Kelapa Lima,” katanya.

Belajar dari pengalaman keterlambatan pekerjaan tahun ini, katanya, soal tidak adanya dukungan AMP, ke depan akan menjadi perhatian. Walau di lelang online ada syarat dukungan peralatan, nanti akan dilakukan pemeriksaan lapangan untuk memastikan keberadaan peralatan itu ada di Kupang. “Tahun ini akan lebih selektif lihat yang punya alat baru dikasih, paling tidak punya AMP di Kupang,” jelasnya.

Baca Juga :  "Paulus Watang Tuding Ridwan Ansar Sebagai Manusia Pembohong Publik"

Dia mengakui, untuk pekerjaan jalan dengan konstruksi hotmix tahun ini, akan mencakup semua kecamatan untuk empat paket pekerjaan jalan yang ada. Total ruas jalan yang akan dikerjakan dengan konstrulksi hotmix sepanjang 31 kilometer didukung alokasi anggaran Rp 90 miliar. Sedangkan untuk pekerjaan jalan dengan konstukri lapisan penetrasi (lapen), akan masuk ke semua kelurahan. Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp. 40 Miliar untuk 35 kilometer jalan lapen. “Sampai sekarang sudah 75 kilometer jalan yang ditangani baik dengan konstruksi lapen dan hotmix,” tandasnya. **

Penulis: Nyongki

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button