Home / Populer / Ahok-Djarot Diusung PDIP atau Maju Independen? Ini Jawaban Ahok

Ahok-Djarot Diusung PDIP atau Maju Independen? Ini Jawaban Ahok

Foto: Danu Damarjati

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.com: Duet Ahok-Djarot semakin mantap menuju Pilgub DKI. Namun masih menyisakan misteri seputar siapa yang bakal mengusung, apakah PDIP dan koalisinya, ataukah masyarakat DKI yang telah mengumpulkan KTP lewat Teman Ahok.

“PDIP sudah oke dengan Pak Djarot, sudah setujulah. Cuma kan sekarang kita juga tidak pengin Teman Ahok ini kecewa. Kita harap Teman Ahok juga orang-orang yang semangat mentransformasi negara kan. Teman Ahok juga sudah baik,” kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (25/2/2016).

“Kita wakil PDIP dia sudah setuju. Cuma kan sekarang meyakinkan Teman Ahok bahwa PDIP ini enggak mungkin khianati kita. Kan dia (Teman Ahok) khawatir bila sewaktu pendaftaran, tiba-tiba Teman Ahok tidak bisa daftarkan lagi. Maka PDIP batal (mencalonkan Ahok -red). Karena PDIP belum umumkan,” imbuh Ahok.

Ahok menuturkan dirinya percaya sepenuhnya dengan PDIP. Apalagi surat dukungan untuk mengusung cagub biasanya ditulis tangan oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri sendiri.

“Biasanya Bu Mega juga tulis tangan sendiri untuk mendukung penetapan. Dia tulis tangan loh kadang-kadang Bu Mega. Nah saya kan percaya sama Bu Mega kan. Tapi kan Teman-teman Ahok kan belum tahu Bu Mega seperti apa. Mungkin kita harus masih ada waktu untuk ditemui,” kata Ahok.

 

Jadi Ahok memilih independen atau diusung PDIP?

“Ya saya katakan kalau Teman-teman Ahok bisa penuhi satu juta (dukungan), kita harus menghargai mereka. Cuma kalau bisa ikut dengan PDIP alangkah baiknya ikut PDIP juga kan mereka kan. Tapi kalau mereka (Teman Ahok) enggak mau, ya kita harus pilih dong yang sudah berjuang setengah mati satu juta KTP bagaimana,” jawab Ahok.

Baca Juga :  Cerita JK soal percakapannya dengan Lee Kuan Yew

Kalaupun Ahok memilih teman Ahok atau maju lewat jalur independen, menurutnya tak akan ada persoalan juga di pemerintahan. “Itu mah enggak masalah. Kan sudah ada partai yang mendukung juga,” katanya.

“Cuma kan enggak gampang loh untuk menetapkan independen itu tidak mudah. Kalau enggak satu juta bagaimana? Masih banyak persoalan ini.  Mengisinya (formulir dukungan) saja setengah mati. Mengisinya kan susah. Satu juta loh, banyak loh,” kata Ahok lagi.

Meski demikian Ahok tak ingin mengecilkan peran Teman Ahok. Dia yakin Teman Ahok mampu mengumpulkan satu juta KTP. Meskipun Ahok lagi-lagi juga bicara soal parpol yang sudah berbaris siap mengusungnya.

“Toh partai juga masih dukung saya kalau saya masih kerja benar. Saya kenal baik, Ibu Mega PDIP, partai-partai Hanura, NasDem, PAN, saya punya hubungan baik. PKB saya juga punya hubungan baik. Golkar juga saya berhubungan baik. Ya mungkin Gerindra, Gerindra saya sama bos-bosnya juga baik. Cuma yang ini (DPRD DKI -red) saja yang ngoceh-ngoceh. Saya sama Pak Hasyim (Djojohadikusumo) baik, saya sama Pak Oni Ketua Fraksi dulu hubungan baik,” katanya.

Lalu bagaimana kalau Teman Ahok menolak dirinya diusung partai?

“Ya makanya kita harus ngomong. Kalau enggak ya mau enggak mau kalau dia bisa penuhi (satu juta KTP) maka kita ikut Teman Ahok. Tapi Teman Ahok juga enggak gampang loh mau mencalonkan. Mau verifikasi, mau mengisi pasangan. Nanti teknis, kita patokan sampai bulan April.  Nanti kalau sampai bulan April enggak putus, maka susah mengisi. Pendaftaran kan Juli. Kita perkirakan mau mengisi, mengetik, verifikasi, mungkin butuh tiga bulan internal. Jadi April harus bisa kita putuskan,” jawab Ahok. (van/nrl)

Baca Juga :  Tim Merah Putih Prabowo-Hatta, tak ingin kampanye hitam
Sumber: Detik.com

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button