Home / News NTT / Alex Ena: Mutasi di Komisi IV Tak Berkaitan Isu dengan Dinas PU NTT

Alex Ena: Mutasi di Komisi IV Tak Berkaitan Isu dengan Dinas PU NTT

Alexander Ena. (Foto: Semar Dju)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Bola panas kisruh pendapat antara Komisi IV DPRD NTT dengan rotasi antar anggota komisi yang dilakukan dua minggu lalu, sepertinya tak ada kaitannya dengan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahkan pemegang Jabatan alat kelengkapan di lembaga DPRD bukan satu keistimewaan.

Demikian intisari dari pendapat mantan Ketua Komisi IV DPRD NTT Alexander Ena ketika dihubungi moral-politik.com, di halaman parkiran DPRD NTT, Selasa (2/2/2016) pukul 16.00 WITA.

Kata Alex, rotasi anggota komisi sudah sesuai dengan tata tertib dan peraturan yang ada di lembaga DPRD. Dua tahun selalu ada rotasi anggota komisi, itu aturannya.

Sebelumnya, kata dia, dirinya menjabat Ketua Komisi IV, tetapi jabatan dalam alat kelengkapan DPRD dicopot bukan gagal mengontrol pembangunan infrastruktur oleh Dinas PU Provinsi NTT. Tidak ada kaitan dengan Jembatan Palmerah, Pembangunan Bandara dan Bendungan Tilong.

“Saya ketua sekaligus merangkap anggota, sehingga kalau dimutasi, hal itu biasa dan sudah sesuai dengan aturan,“ tuturnya.

Malah Alex menyebutkan lama waktu dirinya memegang jabatan sebagai alat kelengkapan DPRD pada jabatan Ketua Komisi IV yang telah berjalan satu tahun empat bulan. Namun tak disesali, karena itu bukan satu keistimewaan apalagi terkait dengan Finance.

Dirinya bahkan membanding-bandingkan menjabat ketua Program Studi dalam sebuah Lembaga Universitas tidak berbeda dengan memegang alat kelengakapan DPRD.

“Dalam rotasi itu, katanya, bukan dirinya saja yang mendapat rotasi, tetapi seluruh anggota DPRD Fraksi Nasdem turut dirotasi. Sehingga apabila apabila Fraksi Nasdem tidak memegang jabatan alat kelengkapan itu sebuah konsekuensi pada partai politik.

Lanjutnya, kalau dirinya selama dalam Komisi IV sudah memperjuangkan pemerataan keadilan untuk berbagai kabupaten yang belum tersentuh pembangunan. **

Baca Juga :  10 Jam Frans Lebu Raya diperiksa KPK, ada apa?
Penulis: Semar Dju

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button