Home / News NTT / Andre Koreh Ungkap Hal yang Patut Dikritisi di Kota Kupang

Andre Koreh Ungkap Hal yang Patut Dikritisi di Kota Kupang

Kepala Dinas PU NTT Andre W. Koreh memberikan panggung kepada Anggota DPR RI Fary D. Francis, di Kantor PU NTT, Kota Kupang, Kamis (3/12/2015). Foto: Dok. Dinas PU NTT.

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.com: Sejumlah persoalan yang marak terjadi di Kota Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi perhatian Gubernur NTT Frans Lebu Raya.

Melalui pesan singkat yang disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) NTT Andre W. Koreh, Sabtu (20/2/2016), dirinya berujar bahwa ada hal yang juga penting untuk dikritik oleh anggota DPRD Kota Kupang yang terhormat Merry Salow, atau siapa saja yang merasa peduli terhadap pembangunan di NTT untuk secara bersama mencari solusi terhadap permasalahan. Misalnya, masalah pelayanan air minum di Kota Kupang. Sebab hari ini cakupan layanan air minum Kota Kupang baru mencapai 51,67%. Dari angka tersebut pelayanan oleh PDAM Kota Kupang hanya 6,8%, sisanya sebesar 44,87% oleh PDAM Kabupaten Kupang. Padahal 44,87% masyarakat Kota yang menjadi pelanggan PDAM Kabupaten Kupang adalah pelanggan air minum di Kota Kupang yang membayar “angin” kepada PDAM Kabupaten Kupang.

Pertanyaan yang Andre ingin kemukakan kepada Anggota DPRD yang terhormat Merry Salow sebagai wakil Masyarakat Kota Kupang adalah ada dimana jika sebagian masyarakat Kota Kupang hari ini membayar tarif air minum yang ditetapkan oleh Bupati Kupang? Apakah yang terhormat Merry Salow tidak merasa bahwa masyarakat yang diwakilinya sedang “dizolimi” oleh Bupati Kupang? Apakah yang terhormat Merry Salow tidak tau kalau Bupati Kupang sedang cawe-cawe di wilayah yurisdiksinya?

Andre menambahkan bahwa sesuai target MDG’s sampai dengan akhir Tahun 2015, pelayanan air bersih kepada masyarkat setidaknya sudah harus mencapai 70% dari jumlah penduduk. Pertanyaan cerdasnya, berapa persen capaian pelayanan air bersih di Kota Kupang hari ini? Data yang ada pada kami baru 6,8%?

“Kalau hari ini sebagian masyarakat di Kota Kupang lebih memilih membeli air dengan harga Rp. 100.000 per tanki, saya khawatir itu cerminan dari masyarakat yang sudah apatis dan lupa bahwa mereka masih punya Wali Kota Kupang dan DPRD Kota Kupang sebagai wakil mereka untuk memperjuangkan hak mereka memperoleh air bersih,” pungkas mantan Ketua KNPI NTT ini. **

Baca Juga :  Polisi amankan seorang ibu yang ingin bunuh diri di Jembatan Liliba
Penulis: Erny

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button