Home / Populer / Bagaimana Nasib Bendungan Kolhua? Begini Cerita Andre Koreh!

Bagaimana Nasib Bendungan Kolhua? Begini Cerita Andre Koreh!

Kepala Dina Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Nusa Tenggara Timur Andre W. Koreh. (Foto: Dok. Dinas PU NTT)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.com: Bicara perihal permasalahan pembangunan Bendungan Kolhua di Kota Kupang, seperti bicara soal sebuah Drama Seri hingga 99 episode.

Pasalnya perencanaan untuk membangun Bendungan Kolhua itu sama dengan rencana membangun enam bendungan lainnya di NTT, yang semuanya itu hampir selesai dibangun.

Ketika moral-politik.com berkesempatan bertemu Kepala Dina Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Andre W. Koreh, di ruang kerjanya, Kamis (11/2/2016) petang, Andre secara jujur dan sangat terbuka berujar, sampai sekarang Bendungan Kolhua masih tercatat sebagai salah satu dari tujuh bendungan yang akan dibangun oleh pemerintah Jokowi-Jk. Sekarang sudah dibangun dua, masih lagi lima: di Sikka, Nagekeo, Temef, Manikin, dan Kolhua di Kota Kupang.

Mantan Ketua KNPI NTT ini mengungkapkan, Bendungan Kolhua itu di design jauh sebelum dibangunnya Bendungan Tilong. Karena ada persoalan dibangun duluan Bendungan Tilong. Pikirnya setelah selesai bangun Bendungan Tilong dibangunlah Bendugan Kolhua. Namun lagi-lagi menemui masalah, sehingga dibangunlah Bendungan Raknamo. Pikirnya lagi jika persoalan tanah di Kolhua selesai akan dibangun Bendungan Kolhua, namun hingga detik ini masih belum ada kejelasannya.

“Sekarang ini progres pembanguna Bendungan Raknamo telah mencapai 50-an persen,” urainya lebih lanjut.

Menurut Andre, kita mau bangun Bendungan Kolhua tapi karena masih ada persoalan kita pindah ke Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu.

Sembari menghela napas Andre melanjutkan, kendati ada kendala dalam pembanguna Bendungan Kolhua, tapi pihaknya tetap berupaya agar dalam waktu tak terlalu lama masyarakat dengan besar hati mau menyerahkan tanahnya kepada pemerintah agar mimpi akan ketercukupan air di Kota Kupang dapat teratasi dengan baik.

Malah Andre dengan percaya dirinya mengatakan bahwa yang penting sekarang tujuh bendungan ini tidak boleh keluar dari NTT, karena sudah masuk dalam Buku Biru (Blue Print) sehingga tidak boleh bergeser sedikitpun.

Baca Juga :  Ledakan di Kantor Walikota Kupang, PNS berhamburan

“Sekarang di Kota Kupang mengalami kesulitan air. Kalau saja Bendungan Kolhua telah dibangun bisa menghasilkan 150 hingga 200 liter air per detik. Itu berarti untuk memenuhi kebutuhan air bagi 200 ribu jiwa,” lanjut salah satu calon Sekda NTT ini.

Terakhir Andre menghimbau kepada semua pihak untuk mendoakan agar perbedaan pendapat terkait rencana pembangunan Bendungan Kolhua ini bisa segera terselesaikan, sehingga masyarakat Kota Kupang tak perlu terus menerus risau dan gelisah, terutama di musim panas nanti, mulai Juni hingga Desember tahun ini.

Penulis: Nyongki

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button