Home / Populer / Begini Ujar Andre Koreh soal Rencana Mel Adoe Bangun Jembatan Kupang – Rote

Begini Ujar Andre Koreh soal Rencana Mel Adoe Bangun Jembatan Kupang – Rote

Gubernur Provinsi NTT Frans Lebu Raya (kiri), dan Kepala Dinas PU NTT, Andre W. Koreh sedang berdialog dengan Investor dari Belanda yang menawarkan pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah, di Lantai 18 Hotel Aston, Kota Kupang, Selasa (8/12/2015) malam. (Foto: Semar Dju)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.com: Rencana dari sejumlah tokoh masyarakat Rote Ndao untuk membangun jembatan yang menghubungkan Kota Kupang dengan Kabupaten Rote Ndao mendapat respons positif dari sejumlah kalangan yang merindukan kemajuan pembangunan infrastruktur di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) NTT Andre W Koreh yang dihubungi moral-politik.com melalui SMS menuturkan bahwa NTT butuh infrastruktur yang cukup banyak karena diyakini dapat meningkatkan perekonomian di daerah dan semakin terciptanya iklim pertahanan dan keamanan yang kondunsif.

“Siapa saja yang punya kepedulian membangun NTT harus bermimpi besar dan berjuang keras untuk mewujudkan mimpi itu,” katanya lebih lanjut yang diterima di Kota Kupang, Jumat (19/2/2016) siang.

Kendati demikian, tulis mantan Ketua KNPI NTT ini, sampai saat ini belum ada pembicaraan terkait rencana pembangunan jembatan Kupang – Rote. Tapi, sambung dia, suatu saat hal itu akan dibicarakan. Namun saat ini Pemprov NTT sedang memperjuangkan pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah yang menghubungkan Larantuka-Adonara.

esa               Gubernur NTT Frans Lebu Raya (kiri), Kepala Dinas PU NTT Andre Koreh (kacamata) berdialog dengan Tim Belanda.

 

Sebelumnya media ini mewartakan, lansir dari Lintasntt.com, mantan Ketua DPRD NTT Melkianus Adoe mengatakan, dua investor masing-masing dari Tiongkok dan Jepang berminat membangun jembatan yang menghubungkan Pulau Timor (Kupang) dan Rote Ndao.

Baru-baru ini dua investor tersebut mengundang Melkianus guna memaparkan rencana pembangunan jembatan yang menelan triliunan rupiah ini.

“Kami sedang bekerja keras untuk mencari lagi satu investor,” kata Melkianus yang juga menjabat Ketua Panitia (Rencana) Pembangunan Jembatan Penghubung Timor-Rote kemarin.

Pasalnya jika jembatan dibangun, dibutuhkan minimal tiga investor. Ia mengatakan banyak orang mungkin pesimis terkait wacana pembangunan jembatan yang menghubungkan Timor dan Rote.

Baca Juga :  Pencari Suaka Tak Boleh Membebani Indonesia

“Secara kasat mata dan akal manusia, sering ada rasa pesimis terkait pembangunan jembatan penghubung ini tetapi kami selalu berdoa dan mengandalkan campur tangan Tuhan. Bila Tuhan campur tangan, tidak ada yang mustahil,” ujarnya.

Mantan Gubernur Bank Indonesia Prof Dr Adrianus Mooy mengatakan kesediaannya membantu mencari investor guna merealisasikan wacana pembangunan jembatan tersebut. Adrianus mengatakan hal itu ketika bersilahturahmi bersama Keluraga Suku Musuhu di Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao. *

Jauh sebelumnya, moral-politik.com juga mewartakan bahwa gagasan besar membantu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan energi listrik tiba-tiba mengeruak dalam pertemuan Gubernur NTT Frans Lebu Raya dengan Tim dari negara Belanda, di Lantai 18 Hotel Aston, Kota Kupang, Selasa (8/12/2015) malam.

Adalah Latif Gau, Konsultan Engenering Abyor Europe BU, Konsultan Engeneering, Erick Van Den Eijinden, Trudal Bridge, dan Marniks Mulner, Maritim Bisnis Konsultan Ahli Turbin yang berencana akan melihat Selat Semit Larantuka.

Bagi mereka, sudah lama mendengar derasnya arus laut di Selat Semit dan itu bisa dijadikan salah satu energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan listrik di NTT.

 

tiga

Bagaimana respons Gubernur Frans Lebu Raya (FLR)? Katanya, kalau ini disatukan akan lebih murah dari sisi biaya, dirinya tak punya pilihan untuk tak mendukungnya. “Sebagai gubernur mendukung sepenuhnya. Terima kasih atas perhatian dari pemerintah Belanda,” tambahnya.

FLR juga berkomitmen kuat untuk mengkomunikasikan hal ini dengan Presiden Joko Widodo alias Jokowi di Jakarta. “Kalau konsepnya seperti ini, dipastikan akan menjadi bahan pertimbangan Pak Presiden,” ujarnya lebih lanjut.

Sedangkan Erick Van Den Eijinden, Trudal Bridge berujar bahwa di dunia banyak potensi listrik lewat Australia. Potensinya 7800 terawatt. Konsep yang kami tawarkan berupa jembatan dan akan dibuat turbin. Konsep Palmerah disatukan untuk membangun turbin listrik di Arus Gonsalo dimanfaatkan untuk energi listrik.

Baca Juga :  Ketua Fraksi PKB kritik generasi muda Golput

 

at

Untuk diketahui, rencana pembangunan Jembatan Palmerah akan membutuhkan dana sebesar 5,1 Triliun. Sementara pihak Perusahaan Belanda menawarkan dananya setengah dari biaya tersebut tapi bisa juga dimanfaatkan sebagai tenaga listrik.

Erick Van Den Eijinden juga berujar, semenjak April sudah baca ada rencana membangun Jembatan Palmerah. Kami langsung tertarik untuk menawarkan jasa dengan tanpa meminta uang satu sen pun. Terpenting baginya, ada kerjasama yang saling menguntungkan dengan pihak PLN, dalam hal ini Pemerintah Indonesia di Jakarta.

Penulis: Nyongki/Erny

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button