MORAL-POLITIK.COM: Tokoh jemaat dan pendeta gereja Koinonia, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melayangkan protes karena dibukanya kembali tempat karaoke Happy Puppy yang letaknya sangat dekat dengan gereja. Padahal, sebelumnya tempat itu sudah ditutup pada awal operasinya, karena sejumlah jemaat dan pendeta telah melakukan protes keras kepada Pemerintah Kota Kupang.

Kepada moral-politik.com usai memimpin rapat bersama Jemaat Koinonia, Pdt. Yabes Runesi bersama salah satu tokoh pemuda, Benny Taopan mengatakan, kehadiran karaoke tersebut yang letaknya berhadapan langsung dengan gereja Koinonia sangat tidak pantas, dan sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pemuda dari kalangan gereja, dan termasuk dirinya selaku pemimpin jemaat, merasa terganggu karena letaknya yang tidak pas.

“Tempat karaoke itu sebelumnya pernah ditutup oleh Wali Kota Kupang Jonas Salean. Namun, pada Senin (21/2/2016) kembali beroperasi setelah mengantongi izin dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang. Kehadiran happy Puppy sangat mengganggu kenyamanan umat dan juga tidak lagi memperhatikan moral dan toleransi terhadap sesama umat,” kata Yabes.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

59 − 54 =