Home / News NTT / CT, Suaminya C Melaporkan Dugaan Perselingkuhan dengan JUB Ke Sekwan NTT

CT, Suaminya C Melaporkan Dugaan Perselingkuhan dengan JUB Ke Sekwan NTT

Carly Tan dan kuasa hukumnya ketika menyampaikan laporan kepada Sekwan Provinsi NTT, di Kantor DPRD NTT, Rabu (17/2/2016) pukul. 15.00 Wita. (Foto: Semar)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.com: Terkait kasus dugaan perselingkuhan antara aknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Jefri Un Banunaek (JUB) bersama istri pelapor Carlytan (C) di kamar hotel Bahagia I Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) beberapa waktu silam, korban pelapor mendatangi Kantor DPRD NTT mengadukan hal tersebut kepada pimpinan DPRD NTT untuk ditindak lanjuti, pada Rabu (17/2/2016) pukul. 15.00 Wita. Adapun alasan pelaporannya karena kasus dugaan perselingkuhan JUB asal PKPI itu terus bergulir dan sementara berproses di Polres TTS.

Carly Tan, saksi pelapor (suami Imelda Novia Sonbay), yang merasa dirugikan lahir dan bathin, saat mendatangi DPRD setempat dan melaporkan dugaan perselingkuhan yang melibatkan istrinya Imelda Novia Sonbay (INS) dan JUB yang juga sebagai anggota Komisi IV DPRD provinsi NTT.

Suami INS bersama pengacaranya saat mendaftarkan laporan kasus dugaan perselingkuhan istrinya dengan JUB di bagian Tata Usaha Sekwan Provinsi NTT menegaskan, kedatangannya ke DPRD provinsi hanya untuk mendapatkan perhatian dan keberpihakkan putusan politik atas kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan JUB dari dapil pemilihan NTT 8 (TTS) dengan istrinya INS.

“Karena locus deligty-nya di Soe, maka laporan polisi sudah saya buat di Polres TTS. Saya pun kemudian memutuskan datang ke DPRD NTT dengan tujuan utama untuk mendapatkan perhatian serius dari pimpinan dan Badan Kehormatan Parlemen setempat, karena yang bersangkutan (JUB) adalah anggota DPRD provinsi NTT,” terang Carly.

Bahkan dirinya mengaku heran dengan ulah JUB yang juga adalah sahabat dekatnya. Akan tetapi dirinya merasa kaget bukan alang kepalang bahwa sahabatnya itu justru diam-diam menjalin hubungan asmara dengan istrinya. Tragisnya lagi, asmara terlarang tersebut rupanya baru diketahuinya ketika dirinya lagi berobat ke Surabaya.

Baca Juga :  Jhoni Bire serahkan mobil operasional DPRD Kota Kupang

“Saya berteman baik dengan saudara Jefri. Sebelum menjadi anggota DPRD Provinsi, kami sering bertemu. Kebiasaan kami ya main biliard. Awalnya saya tidak menaruh rasa curiga. Namun chating asmara antara istri saya (INS) dan JUB yang sempat saya baca di handphone istri saya, saat berobat ke Surabaya menjadi pemicu kecurigaan saya. Saya lalu berpikir apakah begini rendahnya balasan seorang Jefri kepada saya? Dan apa yang terjadi di Soe, persisnya di Hotel Bahagia I kamar nomor 8 menjadi akhir dari kesabaran saya sebagai suami. Apa lagi yang mau dibilang rumah tangga saya sudah hancur dengan tindakan oknum JUB, dan sepertinya dia tidak mempunyai moralitas lagi.

Seperti disaksikan moral-politik.com, Carly Tan yang datang ke DPRD Provinsi NTT didampingi pengacaranya dan salah seorang kerabatnya langsung diterima bagian tata usaha sekwan. Setelah mendaftarkan laporan dan menerima bukti tanda terima, Carly Tan, kerabatnya juga pengacaranya diterima Samuel Pakereng, Kasubag Sekwan DPRD Provinsi NTT.

“Saya kira laporan sudah kami terima dan tentunya akan di lanjutkan kepada pimpinan DPRD. Dan jika pimpinan sudah merespon, pasti disposisinya ke Badan Kehormatan DPR. Nanti prosesnya seperti apa, pihak pelapor disilahkan mengikuti perkembangannya,” jelas Pakereng.

Berikut adalah kronologis kejadiannya versi Carly Tan. Awalnya dirinya pernah memergoki istrinya sedang bermesraan dengan yang terhormat Anggota DPRD NTT Jefri Un Banunaek lewat media sosial. Kejadian itu ketika saya sedang berobat di surabaya.

Namun, istri saya yang bernama Imelda Novia Sonbay datang membesuk saya sekitar bulan Maret atau April 2015 di Surabaya. Pada saat itu istri saya datang banyak keanehan yang saya dapati, dimana istri saya sering menggunakan HP bermain FB secara sembunyi-sembunyi, bahkan tanpa disadari oleh istri saya, saya pun pernah memergoki istri saya sedang bermesraan menggunakan media komunikasi FB (Chating) dengan Jefri Un Banunaek dan hal itu membuat saya marah dan menimbulkan pertengkaran diantara kami. Dan saya pernah menasehati istri saya untuk tidak berhubungan lagi dengan Anggota Dewan yang terhormat dalam hal ini saudara Jefri Un Banunaek.

Baca Juga :  Hermanus Man mengaku masih banyak utang di Dinas PUPR

Sekembalinya saya dari Surabaya tanggal 31 Januari 2016, banyak informasi yang saya dapati, tentang dugaan hubungan terlarang istri saya dengan Anggota DPRD NTT Jefri Un Banunaek dari temana-teman dan keluarga. Hal tersebut diperkuat lagi dengan kesaksian dari karyawan saya yang mengetahui kelakuan dari istri saya dengan saudara Anggota Dewan yang terhormat Jefri Un Banunaek selama saya tidak berada di Soe. Karyawan saya menceritakan hal tersebut sambil menangis dan bersedia menjadi saksi kalau memang diperlukan.

Dari dasar tersebut saya bersama para saksi dan bukti-bukti membuat laporan ke Polres TTS, atas dugaan perselingkuhan antara isteri saya Imelda Novia Sonbay dengan saudara Jefri Un Banunaek yang sekarang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat NTT, dengan laporan Polisi (LP) Nomor: 42/II/RES TTS tanggal 3 Pebruari 2016.

Bukti lainnya yang bisa saya sampaikan adalah pada tanggal 8 Oktober 2015 sekitar pukul 00.00 Wita, Jefri Un Banunaek menyekap (secara paksa menyuruh masuk kedalam kamar karyawan yang bersebelahan dengan kamar yang dipesan saudara Jefri Un Banunaek) dan saudara Jefri Un Banunaek mengunci dari luar) dua karyawan Hotel Bahagia I atas nama Deki Tenis (32) dan Meki Asbanu (19) dengan alasan perempuan yang akan saudara Jefri Un Banunaek masukan ke dalam kamar, malu dilihat oleh Deki dan Meki.

Bayangkan saja, kamar yang di pesan oleh saudara Jefri untuk digunakan bersama perempuan tersebut adalah kamar nomor 8. Dan ternyata perempuan yang dimaksud adalah (Imelda Novia Sonbay) istri saya. Dan Anehnya lagi Deki dan Meki di kurung di salah satu kamar di hotel Bahagia I selama setengah jam. Selain membuat Deki dan Meki merasa tersiksa, penyekapan tersebut juga membuat pelayanan hotel Bahagia I terganggu. Sehingga atas perbuatan yang bersangkutan, kedua korban penyekapan telah membuat laporan polisi dengan nomor: 50/II/2016 Res TTS tanggal 11 Februari 2016.

Baca Juga :  Mengenal kelebihan sistem pembelajaran di Sekolah Seminari

Terkait dugaan kasus perselingkuhan ini saya juga telah melaporkan persoalan ini ke Sekretariat PKPI NTT pada hari Jumat (12/2/2016), dan laporan saya langsung diterima Ketua DPD PKPI NTT, Yan Mbuik di Sekretariat DPD PKPI NTT. **

Penulis: Semar Dju

Pencarian Terkait:

  • fakta TTS
  • fakta tts hari ini
  • fakta tts terbaru

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button