Home / Populer / Demokrat Ralat: Bukan Jokowi yang suka ‘Kambinghitamkan’ SBY, Tapi ‘Mr X’

Demokrat Ralat: Bukan Jokowi yang suka ‘Kambinghitamkan’ SBY, Tapi ‘Mr X’

Polemik siapa sebenarnya yang suka mengkambinghitamkan SBY dan Pemerintahan SBY di masa lampau. Apakah juga menjadi sebuah kesalahan bila mengungkit "Kesalahan Pemerintahan Sebelumnya".

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.com: Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan menegaskan, partainya tak akan menarik dukungan terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Sekalipun, kata dia, anak buah Jokowi beberapa kali memberikan pernyataan yang mengambinghitamkan Presiden keenam RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

“Posisi kami tetap sebagai penyeimbang. Kami akan tetap beri dukungan sampai selesai. Itu komitmen politik,” kata Hinca, saat dihubungi, Jumat (19/2/2016).

Presiden Jokowi tak pernah menyinggung

Menurut dia, sejauh ini Presiden Jokowi tidak pernah mengeluarkan pernyataan bernada menyinggung pemerintahan sebelumnya.

Pernyataan itu justru keluar dari para menteri di jajaran Kabinet Kerja.

“Darmin ini kan hanya pembantu Presiden yang sering nyalahin. Pak Jokowi sendiri tidak pernah nyalahin, pembantunya ini,” kata dia.

Melalui Twitter, SBY kembali merasa pemerintahannya selama 10 tahun dijadikan kambing hitam oleh pihak penguasa.

Screenshot Twitter SBY yang menyatakan bahwa Pemerintah sering mengkambinghitamkan SBY dan pemerintahannya
Screenshot Twitter SBY yang menyatakan bahwa Pemerintah sering mengkambinghitamkan SBY dan pemerintahannya

Ia tidak menyebut siapa pihak yang dimaksud. Tanpa memberi contoh, SBY menyebut bahwa berbagai masalah yang sekarang muncul dikatakan warisan atau akibat kesalahan pemerintahan SBY.

Pada Desember 2014, SBY pernah mengungkapkan hal senada. Saat itu, nilai tukar rupiah tengah terpuruk terhadap dollar AS.

Berdasar pengamatannya, SBY merasa dijadikan kambing hitam atas situasi ekonomi saat itu, terutama oleh ‘pembantu’ Presiden Joko Widodo.

Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno mencurigai, yang dimaksud SBY adalah Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution.

Sebab, saat memberikan sambutan dalam rapat kerja Kementerian Perindustrian di Jakarta, beberapa hari lalu, Darmin sempat mengkritik Pemerintahan SBY yang terlambat membangun smelter.

“Pak Darmin itu maksudnya tidak menyalahkan SBY,” kata Hendrawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/2/2016).

Baca Juga :  Jokowi merespons serangan SBY soal kemacetan di Jakarta

Darmin sebelumnya mengatakan, mandeknya hilirisasi sektor minerba disebabkan kesalahan pemerintah berapa tahun silam.

“Pemerintah SBY agak terlambat melakukan pembangunan smelter,” ujar Darmin saat memberikan sambutan dalam rapat kerja Kementerian Perindustrian di Jakarta, Selasa (16/2/2016). 1

Klarifikasi Darmin Nasution tentang Pernyataannya yang menyinggung SBY

Ilustrasi – Darmin Nasution membantah telah melontarkan kritik terhadap pemerintahan SBY. Menurutnya, Ia hanya mengungkapkan fakta tentang perkembangan industri dan ekonomi di Indonesia saja.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution diduga sebagai orang yang telah membuat Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono merasa jadi kambing hitam atas persoalan ekonomi saat ini.

Namun, Darmin membantah kalau dirinya melontarkan kritik kepada pemerintahan SBY. Ia memberikan pun penjelasan singkat.

“Saya tidak merasa perlu (menjelaskan persolan ini) sebenarnya, karena saya tidak mengeritik (pemerintahan SBY),” ujar Darmin di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Kamis (18/2/2016).

Menurut Darmin, apa yang ia katakan di Rapat Kerja Nasional Kementerian Perindustrian hanya menjelaskan perkembangan industri dan ekonomi Indonesia.

Perkembangannya itu ia jelaskan mulai dari periode Orde Baru hingga periode SBY.

Ia pun menilai apa yang dijelaskannya itu sebagai hal yang biasa saja.

“Normal saja itu. Itu fakta-fakta saja,” kata Darmin.

Sebelumnya, Dalam Rakernas Kementerian Perindustrian, Darmin mengatakannya bahwa pemerintahan SBY terlambat melakukan pembangunan smelter.

Seperti diketahui, Undang-undang tentang Mineral Batubara lahir pada 2009. Namun, pembangungan smelter baru dimulai pada 2014.

Akibat hal itu, Darmin menilai, pemerintah  sudah kehilangan momentum mewujudkan hilirisasi sektor minerba.

Itu karena ekonomi dunia saat ini dalam tren menurun.

Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono angkat bicara mengenai sikap yang mengambinghitamkan kerja pemerintahannya selama 10 tahun.

Baca Juga :  TKW dari Medan ini kesal, tak ada perhatian Pemprov NTT

Pernyataan ini disampaikan SBY melalui akun Twitter @SBYudhoyono, Kamis (18/2/2016).

Meski SBY tidak menyebutkan siapa pihak berkuasa yang dimaksud, Ketua DPP Bidang Ekonomi PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno mencurigai, yang dimaksud SBY adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Sumber: Hatree.net
URL DCMA : http://www.hatree.net/2016/02/demokrat-ralat-bukan-jokowi-yang-suka.html#ixzz40oDsqKzp

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button