Home / Sejarah / Dikaitkan dengan ISIS, Masjid Jakarta ‘Dipinjam’ Orang Asing

Dikaitkan dengan ISIS, Masjid Jakarta ‘Dipinjam’ Orang Asing

Seratus orang jemaat memenuhi masjid di Gunung Sahari, 14 Februari. Mereka bukan warga sekitar, pun pimpinan mereka, Symsudin Uba yang pernah ditangkap polisi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.com: Puluhan jemaah memenuhi Masjid Asy Syuhada di Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Minggu, 14 Februari. Mereka dipimpin pria berjanggut dan berpakaian serba hitam yang bernama Syamsudin Uba.

Syamsudin Uba pernah ditangkap polisi karena diduga menyebarkan paham radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Alor, Nusa Tenggara Timur, tahun 2015. Namun dia lalu dilepas karena tak ada cukup bukti.

Syamsudin bisa mengumpulkan jemaahnya di Masjid Asy Syuhada atas bantuan Rifan Muzamil, pengurus seksi dakwah di masjid tersebut. Rifan memintakan izin kepada Ketua Pengurus Masjid, Agus Salim, untuk menggelar pengajian bertema tauhid.

Di kemudian hari Agus merasa tertipu. Perkiraan dia bahwa pengajian akan dihadiri oleh remaja di lingkungannya ternyata salah. Lebih dari 50 jemaah yang datang seluruhnya wajah asing.

Agus kian kesal karena tak lama kemudian, media Australia yang turut hadir dalam pertemuan di Masjid Asy Syuhada itu memberitakan telah terjadi penyebaran propaganda ISIS di masjid itu.

“Saya minta ini diklarifikasi. Masjid ini bukan sarang ISIS, bukan tempat perekrutan ISIS. ISIS itu penyalahgunaan simbol agama, tidak manusiawi,” kata Agus.

Setelah mendapat penjelasan Agus, wartawan CNNIndonesia.com Rinaldy Sofwan Fakhrana mendatangi kediaman Rifan, seksi dakwah Masjid Asy Syuhada.

Rifan tinggal beberapa blok dari Masjid Asy Syuhada. Untuk mencapai kediamannya mesti melewati jalan-jalan sempit yang bahkan sulit dilintasi sepeda motor. Terlebih, di beberapa titik ada warung dan perkumpulan warga setempat yang membuat jalan makin sempit.

Di rumah Rifan yang sederhana, tampak mesin jahit dan beberapa potongan kain kecil berserak di lantai. Di depan rumah pria yang sehari-hari berdagang itu, beberapa orang sedang berbincang santai, pemandangan yang biasa ditemukan di banyak rumah.

Baca Juga :  Bahtera kemegahan bernama Titanic telah 100 tahun tenggelam, kisahnya legendaris (1)

< 1 2 3 4>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button