Home / Populer / Ini Alasan Mentan Beli Sapi NTT dan NTB Pakai Perusahaan Perantara

Ini Alasan Mentan Beli Sapi NTT dan NTB Pakai Perusahaan Perantara

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.com: Kapal ternak KM Camara Nusantara I akhirnya kembali berlayar dengan muatan penuh 500 ekor sapi pada pelayarannya yang ke-3. Kapal tak lagi kosong seperti pada pelayarannya yang ke-2 di Januari lalu.

Kapal ternak ini bisa terisi penuh karena pemerintah menggandeng 13 perusahaan untuk menjadi perantara, 10 di antaranya adalah perusahaan swasta lokal di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).‎Ketiga belas perusahaan tersebut akan memasok 1.000 ekor sapi per bulan untuk kapal ternak KM Camara Nusantara I, sudah ada kesepakatan kontrak.‎ Dengan begitu, kapal ternak bisa berlayar 2 kali dalam sebulan dengan muatan penuh dari NTT ke Jakarta.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa ‎pihaknya sengaja menggandeng pedagang perantara agar semua pihak diuntungkan, baik peternak, pedagang, maupun masyarakat. Menurutnya, para pengusaha lokal pun harus terlibat.

Amran mengaku sengaja menggandeng pengusaha lokal untuk menjadi pedagang perantara karena tidak ingin mematikan mereka. Apalagi para pengusaha lokal tersebut sudah lama berbisnis sapi di NTT dan NTB.

“Kan biar pengusaha-pengusaha lokal juga terlibat, bukan kita ingin menghilangkan mereka,” ‎kata Amran saat menyambut kapal ternak di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (9/2/2016).

Namun pengusaha-pengusaha lokal tak boleh mengambil keuntungan berlebih, harus wajar supaya peternak dan konsumen juga diuntungkan. Sapi harus dibeli dengan harga layak dari peternak, dan dijual dengan harga terjangkau bagi konsumen.

“Harus ada keseimbangan baru di mana peternak menikmati, mereka menikmati, konsumen juga menikmati,” tukas dia.

Harga sapi yang dipasok para pengusaha lokal ini lebih mahal daripada yang dipasok oleh Bulog, Berdikari‎, dan Dharma Jaya. Selisihnya antara Rp 1.000-2.000/kg bobot hidup.

“Pasti di atasnya, harga selisih Rp 1.000-2.000/kg‎ lah,” ucap Amran.

Baca Juga :  Theo Sambuaga: Golkar Jamin Tak Hambat Pelantikan Jokowi-JK

Meski ada pedagang perantara, ‎dia menjamin harga sapi tetap murah, sampai di Jakarta Rp 35.000-36.000/kg bobot hidup dan dijual dalam bentuk daging sapi seharga Rp 85.000/kg ke masyarakat.

“Harganya sampai di sini Rp 35.000-36.000/kg bobot hidup, dan Berdikari jual Rp 85.000/kg‎,” tandasnya.

Menurut dia, kapal ternak akan mengubah struktur pasar dalam jangka panjang, memangkas rantai pasokan dan menekan biaya distribusi, sehingga harga sapi di peternak naik tapi harga di konsumen turun.‎

“Ini menaikkan harga di tingkat produsen, menurunkan harga di konsumen, ini mengubah struktur pasar,” tutupnya. (ang/ang)

Penulis : Michael Agustinus
Editor   : Erny
Sumber: Detikfinance

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button