Home / News NTT / Ironi Sebuah Ranperda Pengabuan Jenazah dari Pemkot Kupang

Ironi Sebuah Ranperda Pengabuan Jenazah dari Pemkot Kupang

Jhon Tubahelan. (Foto: flobamora.net)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.com: Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) soal pemakaman dan pengabuan jenazah, yang saat ini diajukan pemerintah Kota Kupang, untuk dibahas bersama DPRD Kota Kupang, sepertinya kurang mendapat persetujuan dari DPRD, terutama soal pengabuan jenazah. Pasalnya soal pengabuan jenazah belum sesuai dengan ajaran agama dan budaya masarakat Kota Kupang pada umumnya.

Kepada moral-politik.com di Gedung DPRD Kota Kupang, Rabu (24/2/2016), Ketua Badan Legislasi DPRD Kota Kupang, Djainudin Lonek mengatakan, rencana pemerintah untuk mengatur soal pemakaman dan pengabuan dinilai cukup baik, mengingat kondisi lahan yang semakin terbatas. Tapi rencana itu harus diperhitungkan secara matang, terutama soal pengabuan jenazah. Apakah sistem pengabuan jenazah hanya untuk umat beragama tertentu, ataukah untuk semua umat beragama. Kalau hanya untuk umat Hindu, tidak akan menjadi masalah sebab itu sudah menjadi ajaran.

“Perda pemakaman setuju, apalagi rencanan detail tata ruang ada ruang untuk pemakaman. Kalau pengabuan hanya untuk kepercayaan agama tertentu, tetapi tidak peruntukan bagi semua umat yang tidak memiliki kepercayaan seperti itu, Seperti kristen dan muslim, Pengabuan hanya akan menimbul konflik di tengah masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Nikah Massal di Kota Kupang, Sepi Apresiasi Pasutri

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button