MORAL-POLITIK.com: Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) soal pemakaman dan pengabuan jenazah, yang saat ini diajukan pemerintah Kota Kupang, untuk dibahas bersama DPRD Kota Kupang, sepertinya kurang mendapat persetujuan dari DPRD, terutama soal pengabuan jenazah. Pasalnya soal pengabuan jenazah belum sesuai dengan ajaran agama dan budaya masarakat Kota Kupang pada umumnya.

Kepada moral-politik.com di Gedung DPRD Kota Kupang, Rabu (24/2/2016), Ketua Badan Legislasi DPRD Kota Kupang, Djainudin Lonek mengatakan, rencana pemerintah untuk mengatur soal pemakaman dan pengabuan dinilai cukup baik, mengingat kondisi lahan yang semakin terbatas. Tapi rencana itu harus diperhitungkan secara matang, terutama soal pengabuan jenazah. Apakah sistem pengabuan jenazah hanya untuk umat beragama tertentu, ataukah untuk semua umat beragama. Kalau hanya untuk umat Hindu, tidak akan menjadi masalah sebab itu sudah menjadi ajaran.

“Perda pemakaman setuju, apalagi rencanan detail tata ruang ada ruang untuk pemakaman. Kalau pengabuan hanya untuk kepercayaan agama tertentu, tetapi tidak peruntukan bagi semua umat yang tidak memiliki kepercayaan seperti itu, Seperti kristen dan muslim, Pengabuan hanya akan menimbul konflik di tengah masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Kisah Pilu 2 Guru di Rote Ndao yang Sudah 6 Tahun Mengabdi tapi Digaji Rp 172.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here