Home / News NTT / Jelang Kunjungan Jonas Salean, Lurah Oeba Panik, Hujan Lebat Menggenangi Tenda

Jelang Kunjungan Jonas Salean, Lurah Oeba Panik, Hujan Lebat Menggenangi Tenda

Lurah Oeba Maria A Salensi memakai payung biru sedang mengamati warganya yang berupaya mengeringkan air hujan, di RW 2 Kelurahan Oeba. (Foto: Ist)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.com: Kunjungan kerja Wali Kota Kupang Jonas Salean ke RW 2 Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama diwarnai penyambutan hujan deras.

Lurah Oeba Maria A Salensi tampak sangat panik. Dia mondar mandir melewati kubangan air di dalam tenda di pekarangan rumah keluarga Djo. Seratus lebih warga RW 2 yang menyaksikan kepanikan Buk Lurah kelahiran Manggarai itu menggodanya ringan. “Hujan begini kalau minum kopi Manggarai pung enak lai,” ujar Yustina Mosa.

Buk Lurah mengangkat wajahnya, memandang Yustina Mosa seakan ingin mengatakan kalau ada kopi na kasi keluar su.

Mantan Ketua RT 6, Agus Ola mencandai Buk Lurah. Kata dia, hujan begini Pak Wali Kota jadi datang ko sonde.

Sembari melewati kubangan air, Buk Lurah berujar dalam Bahasa Kupang, “Jadi eeee, kenapa son jadi datang?”

Mendengar itu warga pun sontak berupaya mengeringkan kubangan air. Ada yang mengambil ember, ada yang mengambil gayung. Mereka berupaya keras untuk mengeringkan kubangan air ditengah-tengah hujan yang semakin lebat tersebut.

Karena air tak kering-kering di tengah hujan yang semakin lebat, Isak Djo atau yang karib disapa Ijo menawarkan Buk Lurah untuk acaranya dipindahkan ke rumah warga lainnya.

“Biar disini sa su, kotong kasi kering ini air sa. Sedikit lai hujan su barenti. Kalo pindah kotong mulai dari nol lai. Tenda-tenda musti kotong bongkar pi rumah itu, kotong semua pasti basah diguyur hujan deras ini,” kata Buk Lurah dengan Bahasa Kupang yang sangat kental. **

Penulis: Erny

 

Baca Juga :  Festival Fulan Fehan 2017, Bupati Lay sabet Penghargaan MURI

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button