Home / Populer / Jokowi Minta Kasus Novel Diselesaikan Tanpa Embel-embel

Jokowi Minta Kasus Novel Diselesaikan Tanpa Embel-embel

Penyidik KPK Novel Baswedan meninggalkan gedung KPK Jakarta, Jumat (4/12/2015). Novel yang dijadikan tersangka dugaan penganiayaan saat menjabat Kepala Satuan Reserse Polres Kota Bengkulu pada tahun 2004, dan sempat ditahan di Polda Bengkulu, Kamis (3/12/2015) malam, dibebaskan setelah pelimpahan berkas perkaranya diundur.

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.com: Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Johan Budi SP menegaskan bahwa pemerintah ingin penyelesaian kasus penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dilakukan sesuai koridor hukum.

Menurut Johan, tidak ada proses transaksional dalam upaya penyelesaian kasus yang ditangani Kejaksaan Agung tersebut.

“Tidak ada embel-embel apapun, tidak menukar apapun. Diselesaikan sesuai dengan koridor hukum,” kata Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, (9/2/2016).

Hal itu disampaikan Johan menanggapi opsi yang dimunculkan pimpinan KPK terkait kasus Novel.

Penyidik KPK itu diberi opsi berhenti dari KPK dan berkarier di BUMN. Bahkan, Novel diberi kebebasan memilih BUMN tempatnya bekerja.

Johan melanjutkan, Presiden Jokowi telah meminta agar kasus yang menjerat Novel segera diselesaikan. Mengenai mekanismenya, hal itu diserahkan kepada Kejaksaan Agung.

“Presiden sudah menegaskan perintah menyelesaikan tidak pakai apa-apa. Kalau (opsi) itu muncul dari pimpinan KPK, ya tanya ke sana,” ungkap Johan.

Kejaksaan sebelumnya menarik berkas dakwaan Novel yang sudah diserahkan ke pengadilan. Novel dituduh menganiaya pencuri sarang burung walet hingga meninggal dunia dengan cara ditembak.

Peristiwa itu terjadi saat Novel masih menjabat Kasat Reskrim Polres Bengkulu sekitar 2004.

Jaksa Agung HM Prasetyo memastikan bahwa pengkajian ulang berkas perkara Novel diutamakan atas dasar keadilan di masyarakat sekaligus kepentingan umum.
“Intinya, penegakan hukum bukan semata-mata demi hukum. Yang terpenting adalah rasa keadilan dan kepentingan umum. Itu yang menjadi pertimbangan,” ujar Prasetyo.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang membantah adanya barter soal nasib penyidik Novel Baswedan di KPK.

Ia mengatakan, pimpinan KPK telah menentukan pilihannya untuk mengatasi masalah Novel. Ia tidak ingin kasus-kasus internal KPK masa lalu malah merugikan institusi.

Baca Juga :  Nazaruddin menampik ada aliran dana ke SBY

“Ini bukan soal tawar menawar. Ini soal pilihan. Kami juga punya keterbatasan memberi alternatif pilihan, harus dilihat hati-hati ke arah mana,” ujar Saut.

Penulis  : Indra Akuntono
Editor    : Sandro Gatra
Sumber : Kompas.com

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button