Home / News NTT / Kasus Perzinahan Kadis DKP NTT Cacat Hukum, Kenapa?

Kasus Perzinahan Kadis DKP NTT Cacat Hukum, Kenapa?

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Abraham Maulaka. (Foto: Semar Dju)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.com:  Terkait kasus dugaan perzinahan yang dilimpahkan keranah hukum di Sektor Polsek Maulafa antara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Abraham Maulaka bersama stafnya Mahyani, dinilai cacat demi hukum.

Pasalnya berdasarkan informasi yang diterima moral-politik.com dari Kapolsek Alak AKP. Gigi Putranto, Jumat (12/2/2016) siang melalui telpon selulernya menyatakan, hasil visum et repertum polisi pada dugaan kasus perzinahan tersebut sudah cukup jelas yaitu cacat demi hukum.

Menurut Gigi, setelah polisi menunjukan bukti hasil visum et repertum negatif dan tidak ada persoalan lagi, dan apa yang kami lakukan sesuai aturan yang berlaku yaitu hukum pidana. Namun hasil visum et repertum kepada Mahyani pada Selasa (26/1/2016) kemarin yang didapat penyidik tidak ditemukan cairan di bagian vagina Mahyani.

“Sama sekali tidak menunjukkan adanya hubungan seks badan, kemudian dari hasil visum-nya negatif,” tambahnya.

Sesuai keterangan saksi dari Mahyani, dalam penyelidikan dugaan kasus perzinahan yang dilaporkan langsung suaminya, Yohanes Nani Carvallo, polisi tidak menemukan bukti yang cukup kuat adanya hubungan badan.

Dijelaskan Gigi, sebelumnya polisi juga telah memerika saksi Abraham Maulaka, Elisabeth Prilia, dan Yahya Nani Carvallo. “Selain mendalami keterangan saksi-saksi dalam penyelidikan itu, bukti visum et repertum dari polisi juga menunjukan tak ada hubungan badan sama sekali, yang menunjukan bukti kuat,” tukasnya.

Penyelidikan kasus ini oleh polisi, tak dapat dinaikan ke tingkat penyidikan. “Tetapi pasti dihentikan penyelidikan. Nanti kita akan nyatakan SP3, sesudah perkara ini digelar penyelidikan bersama. Karena dengan kasus dugaan perzinahan ini menyangkut dengan moralitas, moral agama, moral kesusilaan, dan moralitas Pancasila,” urainya.

Penulis: Sem/Sd
Baca Juga :  Kepsek Oematan hadiahi 10 lulusan terbaik SMPN 2 Kupang

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button