MORAL-POLITIK.com: Ada menarik dalam acara Peresmian, Penyerahan dan Pemanfaatan Rusunawa Ungaran, Kabupaten Semarang, Minggu (7/2/2016) siang.

Menteri BUMN Rini Sumarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, sempat berada dalam satu kamar.

Mulanya, Rini menyampaikan bahwa ia ingin melihat secara langsung kondisi kamar-kamar di Rusunawa dua tower ini. (Baca: Menteri PUPR dan Menteri BUMN Resmikan Rusunawa Buruh di Ungaran).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Pj Bupati Semarang Sujarwanto Dwiatmoko dengan antusias lalu menjadi penunjuk arah bagi kedua menteri itu.

“Sudah tidak sabar ibu Rini katanya mau melihat sampai ke lantai lima katanya,” ungkap Ganjar, saat memberikan sambutan sebelumnya.

Usai pengguntingan pita bunga yang terletak di tower pertama atau blok buruh lajang, Rini dan Basuki langsung mengecek ke sejumlah kamar di blok ini.

Blok buruh lajang ini bertipe 24, dibangun seperti tipe studio dengan satu kamar dan kamar mandi dalam.

Mebelnya cukup komplit, ada tempat tidur bertingkat, lemari pakaian, meja, kursi, kamar mandi dan ruang dapur yang dilengkapi pula dengan janitor. “Airnya coba dicek,” kata Basuki. “Ngalir kok, sudah saya cek,” jawab Rini.

Saat memasuki kamar yang kedua, Rini, Basuki, dan Ganjar mencoba untuk mengetes kekuatan tempat tidur bertingkat.

Basuki dan Ganjar duduk bersebelahan di tepian ranjang bawah. Sementara itu, Rini naik ke tangga dan duduk di ranjang atas.

“Bagus, bagus. Tapi kalau Pak Ganjar yang di sini tidak cukup,” kata Rini berseloroh.

Sembari berbincang, mereka mengawasi setiap detail ruangan tersebut. Ganjar pun tiba-tiba mengeluh kegerahan.

“Ini kalau tidak dibolongi, bisa sumuk (gerah) sekali lho,” kata Ganjar.

Baca Juga :  Ini sikap Kapolri soal pengusutan Tabloid Obor Rakyat

Seorang petugas kemudian mendekat ke panel kaca yang ada di samping Ganjar. Ia menunjukan bahwa panel kaca tersebut berfungsi sebagai jendela dan bisa dibuka.

“Ini bisa dibuka kok pak,” ucap petugas tersebut.

Setelah puas melihat blok untuk buruh lajang, mereka melanjutkan naik ke lantai lima di blok dua, yakni blok untuk buruh berkeluarga.

Blok ini bertipe 36 yang memiliki dua kamar tidur, kamar mandi dan ruang dapur.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono kembali meminta petugas mengecek air di kamar mandi yang ada disalah satu unit.

“Cek airnya, sebab air ini vital. Kalau listrik mati, bisa pakai lilin. Tapi kalau air, mau pakai apa?,” ujar Basuki.

Selain fasilitas yang melekat di dalam masing-masing kamar, terdapat pula kamar mandi umum dan tempat menjemur pakaian.

Sedangkan diluar gedung juga terdapat fasilitas taman bermain anak, lahan parkir, pagar pembatas, dan penerangan jalan yang menggunakan teknologi solar cell.

Fasilitas umum lainnya adalah ruang duka, warnet, minimarket, toilet umum, kantor RT/RW, ruang pengelola, ruang panel, kios dan mushala.

Penulis  : Kontributor Ungaran, Syahrul Munir
Editor    : Icha Rastika
Sumber : Kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here