Home / News NTT / Libby Sinlaeloe: Pikir Kembali Rencana Pembangunan Jembatan Pukuafu!

Libby Sinlaeloe: Pikir Kembali Rencana Pembangunan Jembatan Pukuafu!

Libby Ratuarat Sinlaeloe

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.com: Niat tokoh orang Rote Nando yang berada di Kota Kupang untuk menggagas pemabangunan Jembatan Pukuafu yang menghubungkan Pulau Timor dan Kabupaten Rote Ndao merupakan niat yang baik, tapi harus dipertimbangkan pembiayaan pembangunan jembatan tersebut.

“Sebagai orang Rote saya mendukung rencana itu, tapi soal menyangkut biaya yang sangat besar, saya pikir rencana pembangunan itu sebaiknya dipending dulu,” kata salah satu tokoh perempuan, Libby Ratuarat Sinlaeloe kepada moral-politik.com, di Kota Kupang, Jumat (19/2/2016) siang.

Menurutnya, rencana pembangunan Jembatan Palmerah yang menghubungkan Larantuka dan Adonara, yang berjarak cuma 810 meter, menelan biaya sekitar Rp. 3,9 trilyun, karena itu sampai saat ini masih terus ditentang oleh sejumlah pihak.

Sedangkan untuk Jembatan Pukuafu, dirinya memperkirakan akan memakan biaya puluhan hingga ratusan trilyun rupiah karena jarak terdekat dari bibir Pantai Tablolong sampai Pantai Papela Rote Ndao berjarak 12 Kilometer. Belum lagi ditambah kedalaman laut yang mencapai ribuan meter, tentu membutuhkan biaya yang sangat besar.

“Kalau niat ini dikemukakan ke publik, pasti banyak pihak yang akan menentang. Jembatan Palmerah yang berjarak 800 meter lebih, estimasi biayanya Rp. 3,9 trilyun, apalagi kalau jembatan yang berjarak 12 kilometer, berapa banyak biaya yang dibutuhkan,” kata Libby.

Menurutnya, tanggapan yang diberikan bukan untuk mematahkan semangat dari tokoh-tokoh orang Rote di Kota Kupang, tapi dia juga mengajak para tokoh-tokoh itu untuk berpikir realistis soal pembiayaan pembangunan itu.

“APBD NTT dan Rote Ndao seberapa banyak? Mengharapkan APBN sangat tidak mungkin juga. Kecuali ada bantuan asing yang diberikan baru pembangunan itu bisa terwujud. Sekali lagi saya tidak bermaksud untuk tidak menghargai wacana pembangunan Jembatan Pukuafu, tapi kita harus berpikir realistis,” pungkasnya.

Baca Juga :  Ketika Uskup Maumere berdialog dengan Pemuda Katolik
Penulis: Nyongki

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button