MORAL-POLITIK.com: Warga Kota Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengutuk pemadaman listrik yang dilakukan PLN. Pasalnya beberapa minggu berturut-turut pelayanan PLN terhadap masyarakat Kota Kupang kurang maksimal dan kurang transparan.

Demikian di sampaikan Joni Lado Koro (43) salah satu warga Kelurahan Fatululi kepada moral-politik.com, Senin (22/2/2016). Ia mengatakan, dirinya bersama warga Kelurahan Fatululi mengutuk pihak PLN karena diduga PLN sedang bermain untuk mengambil keuntungan di tengah pemadaman listrik yang tidak tentu.

“Kalau memang mereka mau minta uang dari warga Kota Kupang, omong langsung saja, jangan pakai cara mematikan dan menghidupkan listrik karena kami sebagai pengusaha kecil terganggu dengan listrik yang mati hidup,” keluh dia dengan nada keras.

Joni menuturkan, sudah beberapa minggu ini listrik di Kota Kupang selalu di matikan, dan ia menduga ada pihak PLN sedang mengambil keuntungan dengan cara pemadaman yang tidak menetu itu. Sedangkan, tambahnya, kami yang sedang usaha kecil-kecilan di sini sangat membutuhkan listrik untuk jualan tapi pihak PLN mematikan setiap jam, jangan sampai PLN sedang masuk angin.

“Dengan adanya persoalan seperti ini yang di lakukan pihak PLN saya kutuk terhadap mereka, karena mereka selalu membuat warga tidak nyaman dengan adanya listrik mati-hidup,” jelas Joni.

Penulis: Semar Dju

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 + = 21