MORAL-POLITIK.COM – Ketua Sinonde Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT ) Kupang Pdt. Dr. Mery L.Y. Kolimon mengingatkan kepada kelompok perempuan lintas agama soal perjuangan.

Menurut Mery, perjuangan perempuan lintas agama masih panjang dalam menghadapi berbagai persoalan pelik yang terjadi di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Mery Kolimon pada kegiatan audiens bersama kelompok perempuan lintas agama, Pemerintah Kota Kupang (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), dan Rumah Perempuan Kupang di Gedung Sinode GMIT, Kota Kupang, Senin (1/2/2016).

Saat ini, ungkapnya, banyak persoalan kemanusiaan seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak, trafficking, dan kurang gizi, serta masalah kekeringan yang butuh perhatian.

Persoalan-persoalan itu, tambahnya, yang membuat semua unsur harus bekerja ekstra keras, untuk meminimalisirnya, sehingga tidak menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

“Kelompok perempuan lintas agama harus melihat isu-isu tersebut, dan mencari jalan keluarnya,” kata dia.

Selain itu, menurut Mery, masalah fanatisme terhadap faham dan agama yang dianut secara berlebihan juga menjadi masalah tersendiri.

Bahkan sambung dia, timbulnya penafsiran yang beda soal ajaran agama juga sangat rentan terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat, yang rentan terhadap disintegrasi bangsa ini, sehingga butuh kerja keras dari pemerintah, pemuka agama, maupun tokoh-tokoh lintas agama, agar masyarakat tidak menimbulkan kegalauan ditengah masyarakat.

Baca Juga :  Masyarakat Sikka minta Bupati Rera tertibkan ASN di Dispendukcapil

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here