Home / News NTT / Miske, Si Cantik yang Minta Jonas Salean Jangan Manjakan Masyarakat dengan Raskin

Miske, Si Cantik yang Minta Jonas Salean Jangan Manjakan Masyarakat dengan Raskin

Wali Kota Kupang Jonas Salean kala berdialog dengan warga RW 2 Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama, Jl. Nangka, Selasa (16/2/2016) malam. Foto: Ist.

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.com: “Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang jangan memanjakan masyarakat kurang mampu dengan memberikan bantuan berupa Raskin. Karena, jika masyarakat miskin selalu diberikan Raskin, lama kelamaan mereka akan terbiasa dan tak lagi berusaha karena akan ada bantuan Raskin dari pemerintah,” demikian ditegaskan Miske, warga Kelurahan Merdeka saat Wali Kota Kupang Jonas Salean berkantor di kelurahan tersebut, kemarin, Kamis (18/2/2016).

Miske mengatakan, jika mengikuti pemberitaan di media massa, jumlah penerima Raskin Kota Kupang mengalami peningkatan. Peningkatan jumlah penerima Raskin tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perubahan tingkat kesejahtersaan di Kota Kupang dari waktu ke waktu dan tak ada upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan.

Selain itu, kata Miske, pemberian bantuan Raskin dan bantuan lainnya kepada masyarakat kurang mampu di Kota Kuang suatu waktu justru akan membuat masyarakat dimanjakan dan tak lagi berusaha.

“Kita kasih bantuan kepada masyarakat miskin memang ada malekat-malekat, tapi jangan sampai ada juga setan yang datang bisik tidak usah kerja lagi, toh nanti pemerintah datang antar bantuan,” kata Miske.

Karena itu, ia mengimbau kepada pemerintah untuk tak lagi memanjakan masyarakat dengan bantuan-bantuan seperti itu, tetapi masyarakat harus diberdayakan agar mampu keluar dari kemiskinan.

Menanggapi penyampaian Miske, Jonas Salean mengatakan, pemerintah telah berupaya memberikan bantuan Raskin kepada masyarakat yang kurang mampu. Untuk Kota Kupang, selain bantuan Raskin dari Pemerintah Pusat, juga ada bantuan Raskin gratis dari Pemkot Kupang. Sehingga, bagi masyarakat miskin yang tak kebagian bantuan raskin dari Pemerintah Pusat, diakomodir oleh Pemkot Kupang.

Jonas mengatakan, penambahan jumlah penerima raskin sebagaimana dikatakan Miske, sebenarnya bukan karena orang miskin di Kota Kupang bertambah banyak. Tetapi, penambahan jumlah penerima Raskin tersebut karena pendataan yang belum akurat.

Baca Juga :  Jonas Salean larang pesta wisuda di tempat kos-kosan, kenapa?

Ia juga mengatakan, pemberian bantuan raskin tentu saja tak mampu memenhi kebutuhan hidup para penerima selama setahun. “Beras yang dikasih paling hanya 15 kilogram hanya cukup untuk makan tiga hari untuk satu keluarga. Jadi sisa hari yang lain pasti mereka berusaha untuk cari makan, jadi tidak benar kalau bantuan itu buat mereka tidak mau berusaha,” kata Jonas.

Apalagi, lanjutnya, pemberian bantuan Raskin tersebut tidak untuk selamanya. Akan ada batas waktu dan dihentikan oleh Pemerintah Pusat. “Raskin ini tidak selamanya. Sudah jalan empat tahun, jadi kalau Pemerintah Pusat bilang stop ya stop,” tandasnya. **

Penulis: Nyongki

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button