Home / News NTT / Paul Manehat Main Mata dengan Sat Pol PP, Pangkalan Ojek Dibongkar Paksa!

Paul Manehat Main Mata dengan Sat Pol PP, Pangkalan Ojek Dibongkar Paksa!

Aksi para Tukang Ojek di Kota Kupang. (Foto: Nyongki)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.com: Puluhan Tukang Ojek yang biasa mangkal di Bundaran PU, Kelurahan Liliba, Kota Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan aksi demonstrasi di Kantor Sat Pol PP Kota Kupang.

Aksi itu dilakukan puluhan Tukang Ojek karena pihak Sat Pol PP membongkar secara paksa pangkalan ojek di Bundaran PU. Aksi demonstrasi diwarnai sedikit kericuhan karena pihak Sat Pol PP tidak bersedia melakukan dialog dengan para Tukang Ojek, dan menutup pintu pagar Halaman Kantor Sat Pol PP.

Merasa tidak terima di perlakukan seperti itu, para Tukang Ojek menggoyang pagar halaman kantor Sat Pol PP sehingga menimbulkan pertengakaran yang hebat. Beruntung koordinator dari para Tukang Ojek datang dan melerai aksi keributan yang kemudian berujung dilakukan dialog antarpihak Sat Pol PP dan para Tukang Ojek di Kantor Sat Pol PP.

Mengawali dialog yang dihadiri langsung oleh Kasat Pol PP Thomas Dagang beserta beberapa kepala bidang, Koordinator Tukang Ojek Sigas Goeslow mengatakan, kedatangan para Tukang Ojek ke Kantor Sat Pol PP karena mereka tidak puas atas pembongkaran pangkalan ojek yang dilakukan oleh pihak Sat Pol PP. Pasalnya untuk membangun pangkalan tersebut mereka harus melakukan swadaya dengan mengumpulkan uang kemudian membangun pangkalan tersebut. Selain itu, kata Sigas, pembangunan pangkalan ojek itu sudah direstui Wali Kota Kupang, sehingga mereka mempertanyakan alasan pembongkaran itu tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan dirinya selaku koordinator.

“Kami tidak terima dengan pembongkaran ini. Apalagi pembongkaran dilakukan secara paksa dan semua material dari bangunan pangkalan rusak total,” ungkapnya kesal.

Hal yang sama disampaikan salah satu Tukang Ojek Yusack Blegur. Menurutnya pembongkaran yang dilakukan oleh pihak Sat Pol PP menunjukkan arogansi dari aparatur pemerintah tersebut, apalagi pangkalan itu hanya sebagai tempat berteduh para Tukang Ojek disiang hari.

Baca Juga :  Ray Fernandes dan Kristina Muki Disambut dengan Gong dan Tarian

“Saya tidak terima pembongkaran ini, karena tidak ada koordinasi terlebih dahulu. Masa pagi-pagi buta bapak-bapak sudah datang membongkar pangkalan kami tanpa tersisa. Herannya, kenapa Sat Pol PP tidak pernah menertibkan penjual jagung bakar yang memanfaatkan trotoar sebagai tempat jualan. Sedangkan kami hanya membangun pangkalan hanya untuk berteduh malah dibongkar secara paksa seperti ini,” kata dia.

Menanggapai komentar para Tukang Ojek, Kasat Pol PP mengaku bahwa pembongkaran pangkalan itu berdasarkan surat Badan Perbatasan Provinsi NTT, lewat Kepala Badan Perbatasan Paul Manehat.

Kaban Perbatasan menyurati pihak Pol PP, karena mereka merasa tidak nyaman dengan keberadaan pangkalan ojek yang sering menutup akses aktifitas kantor tersebut.

Selain itu kata Kasat, pembongkaran itu juga berdasarkan Perda nomor 5 tahun 2001 yang sudah melarang adanya bangunan di atas trotoar yang merupakan fasilitas umum.

“Itu alasan kami membongkar pangkalan ojek tempat saudara-saudara semua biasa mangkal,” katanya.

Kasat juga mengaku bahwa sebelum pembongkaran pangkalan, pihaknya telah mengirim surat pemberitahuan kepada koordinator Tukang Ojek dan Lurah Liliba bahwa pihaknya akan melakukan pembongkaran pangkalan pada Selasa ini. “Jadi kami tidak asal bongkar. Menyangkut kerugian akan kami ganti,” katanya.

Pada kesempatn itu, Kasat Pol PP juga masih membuka ruang bagi para Tukang Ojek membangun kembali pangkalan baru, tapi harus menghindari trotoar dan akses menuju kantor Badan Perbatasan sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat soal keberadaan pangkalan ojek.

“Kami tidak melarang saudara-saudara untuk ojek, tapi harus perhatikan aktifitas umum disekitarnya. Saya usulkan ada lahan yang kosong dekat lokasi lama, saudara-saudara bisa memanfaatkannya untuk membangun pangkalan. Mengenai bahan-bahan yang rusak akibat pembongkaran paksa oleh staf saya, akan kami ganti setimpal,” katanya.

Baca Juga :  Soal PDAM, Jonas Salean Diminta Tahu Diri, Jangan Campuri Urusan Kabupaten Kupang

Namun pernyataan dari Kasat Pol PP sepertinya tidak diterima oleh para Tukang Ojek. Usai penyampaian pendapat dari Kasat Pol PP, para Tukang Ojek lebih memilih pulang. Beberapa orang diantaranya bahkan sempat mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, dan meminta pihak Pol PP tidak usah lagi mengganti kerugian material dari pangkalan yang telah dirusak. **

Penulis: Nyongki

Pencarian Terkait:

  • paul manehat

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button