Home / News NTT / “Paulus Watang Tuding Ridwan Ansar Sebagai Manusia Pembohong Publik”

“Paulus Watang Tuding Ridwan Ansar Sebagai Manusia Pembohong Publik”

Foto: Semar Dju.

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.com: Bola panas yang sedang bergulir di institusi penegakan hukum Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT), terkait semua pemberitaan yang di lontarkan oleh media masa, atas dasar informasi dari pihak Kejaksaan Tinggi yang menyebutkan namanya sebagai pihak yang disalahkan dalam kasus jual beli aset negara, serta tudingan Kepala Seksi Penerangan dan Hukum, Kejati NTT, Ridwan Ansar yang menyebutkan ada usaha suap menyuap dalam kasus ini memancing reaksi Paulus Watang, selaku pihak terlapor dan yang disebut sebagai pelaku suap dalam kasus ini mulai angkat bicara.

Ironisnya, meski dirinya sebagai status tahanan rumah dan dalam keadaan sakit, Paulus yang di konfirmasi moral-politik.com di kediamannya, di Jln. W.J. Lalamentik No. 32A Kupang, Rabu (24/2/2016) mengatakan, pernyataan Ridwan Ansar di media itu bohong dan tidak benar.

Pasalnya, dirinya mempertanyakan bukti yang menerangkan bahwa dalam pemeriksaan, dirinya berulang kali mencoba untuk menyuap pihak Kejaksaan Tinggi. “Itu hanya asal ngomong dan tidak benar,” tegasnya.

Paulus yang didampingi Kuasa Hukumnya, Fransisco B. Bessi menguraikan, memang saya pernah mengeluarkan pernyataan kepada penyidik waktu itu, untuk hentikan saja pemeriksaan perkara ini, karena kalau saja di lanjutkan ada keterlibatan para petinggi Kejaksaan Tinggi yang akan terlibat. Tidak pernah saya menawarkan sejumlah uang atau upaya suap kepada aparat Kejaksaan.

Menurut Paulus Watang, kalau dirinya memang dinyatakan telah berusaha melakukan usaha suap, kenapa saat itu tidak ditangkap? Kalau saja dia ditangkap waktu itu maka akan memudahkan penyidik untuk menjeratnya, karena itu juga merupakan salah satu alat bukti, tetapi kenapa itu tidak dilakukan dan kenapa sampai di sini baru Pak Ridwan menyebutkan hal yang tidak saya lakukan itu?

Baca Juga :  Jonas Salean Puji Jefri Pelt

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button