Home / News NTT / “Perang Dingin” Jonas Salean Vs Ayub Titu Eki Kembali Bergulir?

“Perang Dingin” Jonas Salean Vs Ayub Titu Eki Kembali Bergulir?

SALAM KOMPAK--Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, dan Walikota Kupang, Jonas Salean, salam kompak seusai pertemuan membahas pengelolaan PDAM Kabupaten Kupang di ruang kerja gubernur, Kamis (6/2/2014). Foto: kupang.tribunnews.com.

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.com: “Perang dingin” antara Wali Kota Kupang Jonas Salean dan Bupati Kupang Ayub Titu Eki  bakal merebak kembali dalam hitungan beberapa waktu kedepan.

Pasalnya, Jonas Salean mengeluarkan pernyataan yang boleh dibilang cukup menyebalkannya selama ini, lantaran sikap Ayub Titu Eki atau yang familiar di kalangan Wartawan sebagai “ATE”.

Menurut mantan Sekot Kupang ini, ATE telah menipu masyarakat dan dirinya sendiri mengenai kepemilikan aset Perusahaan Daerah Air Minum, atau PDAM Tirta Lontar, padahal aset tersebut sebenarnya milik pemerintah pusat.

“Mengenai kepemilikan aset PDAM Kota Kupang sebagai milik Pemerintah Kabupaten tidaklah benar. Karena pada dasarnya aset tersebut milik Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia,” kata Jonas Salean kepada moral-politik.com dan boekan.id, di Balai Kota Kupang, Jumat (5/2/2016) siang.

Selain itu, lanjut Jonas, mengenai pengakuan Bupati Ayub Titu Eki tentang pembayaran utang PDAM yang dilakukan secara rutin oleh Pemerintah Kabupaten Kupang, juga hanyalah tipuan dari Bupati. Karena, seluruh hutang tersebut telah diputihkan oleh Kemeterian PU.

Dikatakan, dengan terungkapnya kepemilikan aset PDAM Tirta Lontar yang merupakat aset Kementerian, maka akan memudahkan penyelesaian polemik yang selama ini terjadi. Karena, keputusan untuk mengelola aset akan menjadi hak penuh dari Kementerian PU.

Jonas juga menyinggung kembali terkait keberadaan tempat operasi PDAM Kabupaten Kupang di wilayah Kota Kupang. Menurut dia, Bupati Kupang seharusnya lebih memperhatikan kebutuhan air bersih di wilayah Kabupaten yang kesusahan air, ketimbang melakukan pelayanan air bersih yang bukan di wilayahnya. Terlebih pelayanan yang diberikan juga lebih banyak angin ketimbang air, namun harga terus dinaikkan dan warga Kota Kupang diharuskan untuk tetap membayar.

Oleh karena itu Jonas menghimbau agar warga Kota Kupang percaya kepada Pemerintah dalam hal pemenuhan air bersih di Kota Kupang, karena semua yang diperjuangkan Pemerintah dilakukan berdasarkan hukum yang berlaku.

Baca Juga :  Adrianus Talli: Walikota Kupang buka akses bagi masyarakat di pesisir pantai

Jonas Salean juga mengaku, untuk tahun 2016 ini, Pemerintah Kota Kupang telah menyiapkan sebanyak 2500 sambungan baru, yang akan diberikan secara gratis bagi warga Kota Kupang. Saat ini proses pemasangan sambungan pipa sudah mulai dikerjakan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal – Penanaman Modal Asing (BKPM – PMA) Provinsi NTT. **

Penulis: Nyongki

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button