Home / News NTT / Proyek Irigasi Terbengkalai, Hendrik Paut: Kadis PU Jangan Urus Tidur Saja!

Proyek Irigasi Terbengkalai, Hendrik Paut: Kadis PU Jangan Urus Tidur Saja!

Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang Hendrik Paut (berdiri). Foto: humas.kupangkab.go.id

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kupang Joni Nomseo`harus bertanggung jawab terhadap proyek pekerjaan irigasi dan embung yang dikerjakan kontraktor CV. Minina dan CV. Eurika.

Pengerjaan proyek tersebur di Bimoli, Desa Tuakau, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) karena diduga tidak sesuai spesifikasi.

Hal ini disampaikan Hendrik Paut ketika dikonfirmasi moral-politik.com melalui telpon seluler, Jumat (5/2/2015) pukul 9.30 WITA.

Menurut dia, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dari proyek irigasi dan embung itu adalah Kepala Dinas PU maka harus turut bertangungjawab atas persoalan ini, jangan urus tidur saja.

Pasalnya, tambahnya, bukti fisik yang dikerjakan kontraktor diduga kuat tidak sesuai spesifikasi setelah dirinya memantau langsung pekerjaan di lokasi pembangunan yang sedang terbengkalai tersebut.

Saat ini, menurutnya, meskipun proyek itu masih dalam masa waktu pemeliharaan enam bulan, namun Kadis PU harus tetap bertanggung jawab. Sedangkan, Kepala Dinas PU Kupang sudah diperintahkan untuk memanggil kontraktor untuk membenahi lanjut pekerjaan tersebut tetapi tidak menghiraukan.

Sebelumnya hasil dari pekerjaan fisik yang di pantau pada Jumat (22/1/2016) lalu oleh Ketua Komisi B (DPRD) Kabupaten Kupang Agus Tanau, menyesalkan pembangunan fisik yang dikerjakan asal -asalan oleh oknum kontraktor. Bahkan, dari hasil pantauan anggota DPRD, terhadap dua Buah proyek pembangunan fisik dinilai tidak terlaksanakan sesuai dengan Spefikasi dan saat ini sedang terbakalai.

Padahal, menurut dia, proyek itu saat ini belum dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga setempat. Pasalnya pekerjaan masih harus dikerjakan ulang oleh kontraktor. Irigasi dan embung yang dibangun belum juga dialiri air ke sawah dan lahan warga setempat.

Agus meminta Dinas terkait untuk mendesak oknum kontraktor yang tidak terpuji itu, agar secepatnya membenahi pekerjaan fisik yang dibangun asal-asalan saja itu.

Baca Juga :  Pemkot Kupang siapkan pelayanan kesehatan gratis dengan menggunakan KTP

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button